Tag Archives: info wisata jogja

Desa Kasongan

Desa Kasongan memang identik dengan keramik dan gerabah, dan merupakan sentra industri kerajinan keramik/gerabah paling besar di Yogyakarta.

Sebagian besar penduduknya memang bermata pencaharian sebagai pengrajin keramik dan telah menghasilkan berbagai macam produk mulai dari dari guci, jambangan, vas bunga, patung loro blonyo, patung hewan, tempat lilin, souvenir-souvenir kecil untuk pernikahan dan sebagainya.

Pangsa pasar produk keramik Kasongan sebagian besar di luar negeri, antara lain ke Malaysia, Singapura, Korea, Jepang, Amerika Serikat, Belanda, dll.

Dalam perkembangannya Desa Kasongan, yang dulu menjadi tempat produksi, kini berkembang menjadi Desa Wisata dan sebagai tempat pemasaran setelah berdiri kios-kios/show-room.

Gembira Loka

Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti orangutan, gajah asia, simpanse, harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2006. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan.

Loka artinya tempat, gembira ya gembira. Syahdan, hampir setengah abad yang lalu Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka di atas lahan seluas 20 ha yang separonya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa di antaranya 61 spesies flora.

Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.

Gembira Loka Zoo memiliki koleksi satwa yang cukup lengkap. Akhir-akhir ini, dikabarkan bahwa GLZ sedang mengadakan kesepakatan dengan Singapore Zoo untuk pertukaran hewan, yakni 6 ekor Pinguin Jackass. Gembira Loka Zoo selalu berusaha memberikan yang terbaik demi kenyamanan pengunjung serta kelestarian alam. Beberapa kali didengar bahwa gajah melahirkan, burung kakatua menetaskan telurnya, serta kuda pacu melahirkan anaknya.

Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.

Namun, sejak tahun 2010 Gembira Loka Zoo mulai merehabilitasi dan merekonstruksi kebun binatangnya. Bahkan, sampai tahun 2012 ini sedang dalam proses pembuatan untuk “Taman Burung” dan sedangkan untuk “Taman Reptil dan Amfibi” sudah dalam tahap sentuhan akhir. Beberapa pedagang asongan pun sudah mulai dibenahi, agar terkesan rapi dan bersih. Semenjak itu, GLZ mulai dikunjungi pengunjung dengan jumlah yang lebih banyak.

Candi Mendut

Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Lokasinya hanya sekitar 3 km dari Candi Barabudhur, yang mana Candi Buddha ini diperkirakan mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Ketiga candi tersebut terletak pada satu garis lurus arah utara-selatan.
Belum didapatkan kepastian mengenai kapan Candi Mendut dibangun, namun J.G. de Casparis menduga bahwa Candi Mendut dibangun oleh raja pertama dari wangsa Syailendra pada tahun 824 M. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Karangtengah (824 M), yang menyebutkan bahwa Raja Indra telah membuat bangunan suci bernama Wenuwana. Casparis mengartikan Wenuwana (hutan bambu) sebagai Candi Mendut. Diperkirakan usia candi Mendut lebih tua daripada usia Candi Barabudhur.

Candi ini pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1836. Seluruh bangunan candi Mendut diketemukan, kecuali bagian atapnya. Pada tahun 1897-1904, pemerintah Hindia Belanda melakukan uapaya pemugaran yang pertama dengan hasil yang cukup memuaskan walaupun masih jauh dari sempurna. Kaki dan tubuh candi telah berhasil direkonstruksi. Pada tahun 1908, Van Erp memimpin rekonstruksi dan pemugaran kembali Candi Mendut, yaitu dengan menyempurnakan bentuk atap, memasang kembali stupa-stupa dan memperbaiki sebagian puncak atap. Pemugaran sempat terhenti karena ketidaktersediaan dana, namun dilanjutkan kembali pada tahun 1925.
Candi Mendut memiliki denah dasar berbentuk segi empat. Tinggi bangunan seluruhnya 26,40 m. Tubuh candi Buddha ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 m. Di permukaan batur terdapat selasar yang cukup lebar dan dilengkapi dengan langkan. Dinding kaki candi dihiasi dengan 31 buah panel yang memuat berbagai relief cerita, pahatan bunga dan sulur-suluran yang indah.

Di beberapa tempat di sepanjang dinding luar langkan terdapat jaladwara atau saluran untuk membuang air dari selasar. Jaladwara terdapat di kebanyakan candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, seperti di Candi Barabudhur, Candi Banyuniba, Candi Prambanan dan di Situs Ratu Baka. Jaladwara di setiap candi memiliki bentuk yang berbeda-beda.
Tangga menuju selasar terletak di sisi barat, tepat di depan pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi. Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi dilengkapi dengan bilik penampil yang menjorok keluar. Atap bilik penampil sama tinggi dan menyatu dengan atap tubuh candi. Tidak terdapat gapura atau bingkai pintu pada dinding depan bilik penampil. Bilik itu sendiri berbentuk lorong dengan langit-langit berbentuk rongga memanjang dengan penampang segi tiga.

Dinding pipi tangga dihiasi dengan beberapa panil berpahat yang menggambarkan berbagai cerita yang mengandung ajaran Buddha. Pangkal pipi tangga dihiasi dengan sepasang kepala naga yang mulutnya sedang menganga lebar, sementara di dalam mulutnya terdapat seekor binatang yang mirip singa. Di bawah kepala naga terdapat panil begambar makhluk kerdil mirip Gana.
Atap candi itu terdiri dari tiga kubus yang disusun makin ke atas makin kecil, mirip atap candi-candi di Komplek Candi Dieng dan Gedongsanga. Di sekeliling kubus-kubus tersebut dihiasi dengan 48 stupa kecil. Puncak atap sudah tidak tersisa sehingga tidak diketahui lagi bentuk aslinya.

Dinding dalam bilik penampil dihiasi dengan relief Kuwera atau Avataka dan relief Hariti. Relief Kuwera terpahat di dinding utara, relief Hariti terpahat di dinding selatan. Kuwera adalah seorang raksasa pemakan manusia yang bertobat setelah bertemu dengan Buddha. Ia berubah menjadi dewa kekayaan dan pelindung anak-anak. Kuwera mempunyai seorang istri bernama Hariti, yang semula adalah juga seorang raksasa pemakan manusia. Sebagaimana halnya suaminya, Hariti bertobat setelah bertemu Buddha dan kemudian menjadi pelindung anak-anak. Relief Kuwera dan Hariti terdapat di banyak candi Buddha Tantrayana, seperti di Candi Sewu, Candi Banyuniba dan Candi Kalasan.

Dalam relief itu digambarkan Kuwera sedang duduk di atas sebuah bangku. Di sekelilingnya tampak sejumlah anak sedang bermain-main. Di bawah tempat duduk laki-laki tersebut terdapat pundi-pundi berisi uang. Pundi-pundi berisi uang merupakan ciri Kuwera sebagai dewa kekayaan. Relief Hariti menampilkan suasana yang serupa. Hariti bersimpuh di atas sebuah bangku sambil memangku seorang anak. Di sekelilingnya terlihat sejumlah anak sedang bermain.
Dinding tubuh candi dihiasi dengan relief yang berkaitan dengan kehidupan Buddha. Pada dinding selatan terdapat relief Bodhisattwa Avalokiteswara. Sang Buddha duduk di atas padmasana (singgasana dari bunga padma) di bawah naungan pohon kalpataru. Di sebelah kanannya Dewi Tara bersimpuh di atas padmasana dan di sebelah kirinya seorang wanita lain juga bersimpuh di atas padmasana. Agak ke atas, di kiri dan kanan tampak seperti dua gumpalan awan. Dalam masing-masing gumpalan tampak sosok seorang pria sedang membaca kitab. Di tepi kiri dan kanan digambarkan pilar dari batu yang disusun bertumpuk. Di puncak pilar terlihat Gana dalam posisi berjongkok sambil menyangga sesuatu. Di hadapan Sang Buddha ada sebuah kolam yang dipenuhi dengan bunga teratai. Air kolam berasal dari air mata Buddha yang menetes karena kesedihannya memikirkan kesengsaraan umat manusia di dunia. Tepat di hadapan Buddha, terlihat dua orang perempuan muncul dari sela-sela teratai di kolam.

Pada dinding timur terpahat relief Bodhisatwa. Dalam relief ini Sang Buddha yang digambarkan sebagai sosok bertangan empat sedang berdiri di atas tempat yang bentuknya mirip lingga. Pakaian yang dikenakan adalah pakaian kebesaran kerajaan. Di sekeliling kepalanya memancar sinar kedewaan. Tangan kiri belakang memegang kitab, tangan kanan sebelah belakang memegang tasbih, kedua tangan depan menggambarkan sikap varamudra, yaitu Buddha bersila dengan sikap tangan memberi anugrah. Di sebelah kirinya setangkai bunga teratai yang keluar dari dalam bejana.
Pada dinding sisi utara terpahat relief yang menggambarkan Dewi Tara sedang duduk di atas padmasana, diapit dua orang lelaki. Dalam relief ini Tara digambarakan sebagai dewi bertangan delapa. Keempat tangan kiri masing-masing memegang tiram, wajra, cakra, dan tasbih, sedangkan keempat tangan kanan masing-masing memegang sebuah cawan, kapak, tongkat, dan kitab.

Pada dinding barat (depan), di sebelah utara pintu masuk, terdapat relief Sarwaniwaranawiskhambi. Sarwaniwaranawiskhambi digambarkan sedang berdiri di bawah sebuah payung. Busana yang dipakainya adalah busana kebesaran kerajaan.
Di ruangan yang cukup luas dalam tubuh Candi Mendut terdapat 3 buah Arca Buddha. Tepat mengadap pintu terdapat Buddha Sakyamuni, yaitu Buddha sedang berkhotbah. Buddha digambarkan dalam posisi duduk dengan sikap tangan dharmacakramudra, yaitu sikap sedang mewejangkan ajaran.

Di sebelah kanan, menghadap ke selatan, terdapat Arca Bodhisattva Avalokiteswara, yaitu Buddha sebagai penolong manusia. Buddha digambarakan dalam posisi duduk dengan kaki kiri terlipat dan kaki kanan menjuntai ke bawah. Telapak kaki kanan menumpang pada bantalan teratai kecil. Di sebelah kiri ruangan, menghadap ke utara, terdapat Arca Maitreya yaitu Bodhisatwa pembebas manusia yang sedang duduk dengan sikap tangan simhakarnamudra, mirip sikap vitarkamudra namun jari-jarinya tertutup. Ketiga arca dalam ruangan ini memakai dilengkapi dengan ‘prabha” atau sinar kedewaan di sekeliling kepalanya.
Di sudut selatan, di halaman samping Candi Mendut terdapat batu-batu reruntuhan yang sedang diidentifikasi dan dicoba untuk direkonstruksi.

Malioboro Mall

Malioboro Mall adalah sebuah mal yang terletak di pusat kota Yogyakarta, yaitu di jalan Malioboro. Mal ini berdiri sejak tahun 1993 sebagai mal pertama di Yogya.

Penyewa Utama ( Anchor Tenant) di pusat perbelanjaan ini adalah: Matahari Department Store, Gramedia Book Store, Mc’Donalds, Hero Supermarket ,Fun World & Food Point. Di mall ini juga seringkali diadakan pameran yang bertema craft, yaitu berisi produk-produk handmade seperti batik, accesories, keramik, dsb. Seiring perkembangan zaman, mall ini telah menyediakan akses internet gratis (wi-fi) bagi pengunjung sejak tahun 2007.

Dibawah ini adalah daftar toko (tenant) yang berada di Malioboro Mall

Lantai Toko (tenant)

LG Advance, Anjana Cafe, Baskin Robbins, Camera, Dagadu, Disc Tarra, Global Teleshop, Gramedia, Guardian, Hero Supermarket, Innovation Store, Johnny Andrean Salon, Menteng Chef, Periplus, Solaria
UG Buccheri, Bread Talk, CKF, Gosh, Guess Accecories, Hammer, Hokben, Ille by Mangos, J.CO Donuts & Coffee, Julia Jewelry, Le-Sands, Lea, Lee Cooper, Mc’Donalds, Madonna, Oke Shop, Optik Melawai, Optik Seis, Optik Tunggal, Planet Sports.NET, Poshboy, Rotteli, Samsung, ShoeLine, West Time
1st Floor Bata, C&F Perfumery, Crisia, DC Shoes, Es Teler 77, Excelso, Giordano, Global ( Apple Authorized Reseller ), Golf House, Kopi Luwak, Matahari Department Store, Nautica, Polo, Salon Rudy, Sports Station, Super Stars by Rumah Warna, The Executive, Wrangler
2nd Floor Beverly, Crocs, Hush Puppies, Kidz Station, Matahari Department Store, Mie Nusantara, Naughty, Oshkosh B’Gosh, Pizza Hut, Planet Surf, Playboy, Reebok, The Athlete’s Foot, The Little Things She Needs
3rd Floor Arroy Mak Mak, Ayam Goreng Fatmawati*, Bakso Sen*, Fun World, KFC*, Matahari Department Store. https://id.wikipedia.org/wiki/Malioboro_Mall

Gumuk Pasir Parangtritis

Wisata Gumuk Pasir Parangritis / Samas belakangan ini menjadi perbincangan hangat masyarakat. Yogyakarta sebagai salah satu kota besar memang tidak hanya terkenal sebagai kota pelajar saja, karena kota gudeg ini juga sangat terkenal sebagai kota wisata. Banyaknya jenis obyek wisata yang ada di Jogja memang menawarkan hal yang tidak bisa dibantah oleh para pelancong baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu pantai di Jogja yang cukup tenar adalah Parangtritis, namun seiring perkembangannya muncul tempat wisata baru yang diberi nama Gumuk Pasir yang menawarkan pesona gurun pasir ala Timur Tengah. Nah bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang wisata baru ini maka tetap simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Sekilas tentang Gumuk Pasir Parangtritis

Ketika mengunjungi Gumuk Pasir memang memberikan suasana bak di gurun pasir Timur Tengah. Namun sebenarnya wisata ini terjadi berkat gundukan abu vulkanik yang terombang-ambing hingga pantai Parangtritis yang kemudian menjadi debuan halus yang mudah terbawa oleh angin. Ketinggian gurun pasir ini semakin tinggi karena adanya tiupan angin secara terus menerus sehingga tidak heran jika pesonanya semakin membuat indah. Kejadian alam ini juga dalam rencana akan dimasukkan dalam daftar Unesco World Heritage sebagai satu-satunya kejadian alam yang mengagumkan di Asia Tenggara. Memiliki luas 2 km dari muara pantai Prangtritis tentunya membuat wisata ini menjadi sangat mirip dengan gurun pasir yang ada di Timur Tengah.

Selain keindahan alam yang menakjubkan tersebut, Gumuk Pasir juga tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata semata karena banyak juga dilakukan foto prewedding, manasik haji, syuting video klip dan sebagainya. Khusus untuk manasik haji menjadi jalan sebagai gambaran akan gurun pasir yang akan ditemui ketika nantinya berada di Makkah atau Madinah. Namun jangan khawatir karena anda juga masih bisa emncoba hal lain seperti, berselancar di gurun, bermain ayunan, maupun berfoto ria dengan background gurun pasir yang mengagumkan ini.

Lokasi dan fasilitas Gumuk Pasir Parangkusumo

Setelah menyimak berbagai ulasan di atas tentunya anda menjadi lebih bersemangat lagi untuk segera mengunjungi wisata Gumuk Pasir Parangtritis ini. Tetapi sebelum itu simak juga lokasi berikut dengan fasilitas dan harga tiket masuk sebelum benar-benar mengunjunginya. Untuk mengunjunginya maka anda bisa menuju desa Parangtritis, Kec. Kretek, Bantul, Yogyakarta. Untuk perjalanan dari Jogja kota maka memerlukan waktu sekitar 1jam. Ketika masuk anda akan dikenai tiket sebesar Rp. 3000 dengan parkir Rp. 2000. Namun jika anda ingin mencoba sandboarding maka akan dikenai biaya tersendiri yang bisa berbeda di setiap agen yang menawarkan. Untuk fasilitas yang ada di Gumuk Pasir Parangtritis / Samar cukup lengkap seperti, toilet, tempat parkir pos penjagaan, klinik kesehatan, tempat beribadah, warung makan, toko oleh-oleh maupun penginapan yang tentunya akan membuat liburan anda menjadi lebih nyaman.

Tips aman menjelajahi Gumuk Pasir

Nah setelah mengetahui berbagai hal mengenai Gumuk Pasir ini tentunya sudah saatnya anda berkemas untuk mengunjunginya. Tetapi sebelumnya simak juga tips yang perlu anda perhatikan ketika berlibur ke Gumuk Pasir ini seperti, mengenakan topi juga kacamata hitam untuk melindungi kulit dan mata dari debu yang beterbangan akibat angin yang cukup besar. Selain itu jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih eksotis sebaiknya datang ketika sore hari maka hasil foto yang anda dapat akan lebih mempesona.

Demikianlah ulasan mengenai Gumuk Pasir Parangtritis / Samar yang dapat kami sampaikan kepada anda. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda yang menginginkan liburan langka bak di negeri 1001 malam. Namun jika anda tidak menggunakan kendaraan dan ingin lebih mudah mencapai tempat tujuan maka sebaiknya menyewa motor di rental motor Jogja yang tentunya akan memudahkan perjalanan anda.

Pantai Kukup

Pantai satu ini termasuk salah satu wisata pantai yang terkenal di Gunung Kidul, namanya adalah Pantai Kukup. Selain memiliki pemandangan indah, Pantai Kukup ini juga memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda dengan pantai-pantai lainnya.

Nah seperti apakah keindahan Pantai Kukup ini? Dan apa saja yang menarik di sana? yuk kita simak ulasan Tim Setapak Pesona berikut ini.

Sekilas tentang Pantai Kukup

Pantai Kukup merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal di Gunung Kidul. Pantai satu ini terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Lokasi Pantai Kukup ini masih berada satu jalur dengan pantai-pantai seperti Pantai Baron, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, Pantai Sundak dan lain-lain.

Apa saja yang menarik dari Pantai Kukup?

Pantai Kukup ini sangat unik dan memiliki pemandangan indah yang tidak kalah dengan pantai-pantai di Gunung Kidul lainnya. Pantai satu ini memiliki wilayah pantai yang cukup luas, dengan pasir putih yang membentang dari timur hingga barat dan dikelilingi oleh bukit-bukit di sekitarnya.

Di bagian bibir pantai terdapat lantai karang yang menjorok hingga ke selatan. Saat air laut sedang dalam kondisi surut, kita bisa melihat terumbu karang dan aneka biota laut seperti ikan-ikan kecil, rumput laut, dan lain-lain.

Terumbu karang dan rumput laut di Pantai Kukup

Selain bisa melihat terumbu karang dan aneka biota laut, kita juga bisa bermain air atau mandi di pinggir patai kukup ini. Air laut di pinggir laut ini cukup tenang, karena ombak yang datang sudah terpecah oleh lantai karang, sehingga tidak akan sampai ke pinggir pantai. Namun pastikan anda untuk berhati-hati, karena permukaan lantai karang yang tidak rata dan adanya terumbu karang yang tajam bisa membuat kita terluka.

Pinggir Pantai Kukup

Salah satu yang menjadi ciri khas dari Pantai Kukup ini adalah adanya sebuah pulau karang yang berada di sebelah timur pantai. Berbeda dengan pulau yang ada di Pantai Drini, pulau karang tersebut terletak tidak jauh dari tebing pantai, dan di sana ada sebuah jembatan yang menghubungkan tebing dengan pulau tersebut. Sehingga kita tidak perlu repot-repot menyebrang ke sana.

Pulau Karang di Pantai Kukup

Sebelum sampai jembatan ada sebuah jalan yang melintasi pinggiran tebing, sehingga untuk menuju ke pulau tadi, kita harus berjalan terlebih dahulu melalui jalan tersebut. Rangkaian jalan, jembatan dan pulau karang ini tentu menjadi pemandangan indah tersendiri di Pantai Kukup.

Jalan menuju pulau karang di Pantai Kukup

Di pulau karang tersebut ada sebuah bangunan yang berfungsi sebagai gardu pandang yang disediakan untuk para pengunjung menikmati pemandangan di Pantai Kukup. Dari sana kita bisa melihat pemandangan Pantai Kukup secara lebih luas.

Gardu pandang di Pantai Kukup

Gardu pandang di pulau karang tersebut juga bisa menjadi spot yang bagus untuk menikmati sunset. karena letaknya yang sedikit ke selatan sehingga saat mata hari tenggelam tidak terhalang oleh bukit di sebelah timur. Indahnya sunset yang dihiasi dengan bukit-bukit serta mercusuar Pantai Baron yang bersembunyi di balik bukit tentu membuat pemandangan sunset telihat sempurna.

Fasilitas di Pantai Kukup

Fasilitas umum di Pantai Kukup ini sudah cukup memadahi dengan adanya tempat parkir, kamar mandi dan toilet umum, dan tempat ibadah. Selain itu ada juga fasilitas lain seperti penginapan, warung makan, serta penjual souvenir dan pernak-pernik.

Akses menuju Pantai Kukup

Untuk menuju ke Pantai Kukup dari kota Yogyakarta, kita hanya perlu menempuh perjalanan sepanjang kurang lebih 40km atau sekitar 24 km dari Kota Wonosari. Untuk akses jalan menuju Pantai Kukup dari kota Yogyakarta ada 3 jalur, yaitu dari Kota Wonosari, Pantai Parangtritis, atau dari Panggang. Medan jalan menuju Pantai Kukup ini sudah cukup baik, sehingga kita bisa kesana menggunakan bus wisata, maupun kendaraan pribadi seperti mobil maupun sepeda motor.

Biaya masuk Pantai Kukup

Untuk memasuki kawasan Pantai Kukup ini, kita hanya perlu membayar biaya retribusi sebesar Rp.10.000,- saja. Itu sudah termasuk biaya retribusi ke 8 pantai lain seperti Pantai Baron, Pantai Drini, Pantai Sepanjang, dan beberapa pantai lainnya. Setelah memasuki kawasan pantai kita hanya harus membayar biaya parkir sebesar Rp.2000,- saja, dengan begitu kita sudah bisa menikmati wisata di Pantai Kukup sepuasnya.

Bagaimana? Menarik bukan?

Untuk lebih jelasnya tentang seperti apa Pantai Kukup, ada baiknya kita lihat dulu video perjalanan kami satu ini.

Nah, tunggu apa lagi, yuk buktikan sendiri keindahan Pantai Kukup ini dan ajak teman-teman kamu untuk berkunjung ke sana.

Pantai Depok

Bersantai di pantai sambil berwisata kuliner?! Dua kegiatan super menyenangkan tersebut ternyata bisa dilakukan sekaligus loh! Bernama Pantai Depok, yang letaknya berada di antara pantai-pantai lain di wilayah Bantul, Yokyakarta. Merupakan pantai yang tidak hanya menawarkan keindahan panorama lautnya saja, melainkan juga memiliki pusat wisata kuliner untuk menikmati berbagai macam olahan seafood.

Terdapat sejumlah warung makan tradisional di Pantai Depok yang menjual bebargai macam jenis ikan laut yang dijual dengan harga terjangkau seperti ikan kakap, cakalang, bawal, bandeng, tongkol, layur, kepiting, udang, pari, kerapu, cucut, hingga cumi-cumi.

Semua dijamin segar karena merupakan hasil dari tangkapan nelayan setempat. Yang membuat pantai ini menyenangkan, terdapat beberapa warung makan yang sengaja dirancang menghadap ke selatan, agar pengunjung dapat menikmati hidangan laut sekaligus pemandangan pantai serta laut lepas yang berombak besar.

Bagi kalian yang ingin berburu foto berbeda, di pantai ini juga terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) jadi kalian yang belum pernah menyaksikan bagaimana aktivitas pelelangan ikan terjadi, tentunya akan sangat menarik bila dapat menyaksikannya langsung di sini bukan?! Kalian juga dapat menemukan berbagai macam jenis ikan dengan ukuran yang juga beragam dari yang kecil hingga yang besar.

Menemukan perahu-perahu motor milik para nelayan di tepian Pantai Depok ini bukanlah hal yang sulit, karena itulah perahu yang digunakan para nelayan melaut ketika malam hari tiba. Maka dari itu, jika kalian berniat untuk mendapatkan ikan yang segar, kalian dapat bertransaksi di tempat nelayan tersebut secara langsung dengan harga yang tak kalah bersaing dengan harga pasaran.

Jika kalian sudah cukup puas berwisata kuliner, kalian dapat keluar pantai lalu berbelok ke kanan menuju arah Parangkusumo dan Parangtritis. Di tempat ini kalian akan menjumpai pemandangan alam yang sangat langka dan menakjubkan, yang biasa disebut sebagai Gumuk Pasir Parangkusumo. Gumuk pasir yang ada di pantai ini merupakan satu-satunya gurun kecil yang berada di kawasan Asia Tenggara. Di sini, kalian dapat menikmati hamparan pasir yang luas atau mungkin mencoba untuk sandboarding.

Terbentuk selama ribuan tahun lewat proses yang cukup unik, dahulu di Gumuk Pasir Parangkusumo ini terdapat beragam tipe yang terbentuk, yaitu barchan dune, comb dune, parabolic dune dan longitudinal dune. Saat ini hanya beberapa saja yang tedapat, yaitu barchan dan longitudinal. Tertarik untuk datang?! Untuk menikmati hidangan laut sekaligus pemandangan gumuk pasir ini, kalian dapat melalui rute yang sama dengan Parangtritis dari pusat kota Yogyakarta. Selamat berlibur-mulu ya!

Tips Berwisata Kuliner di Pantai Depok

  • Datanglah ketika pagi hari jika tidak ingin menganti panjang ketika membeli ikan.
  • Pilihlah ikan atau tangkapan laut yang segar dengan cara melihat mata dan bau dari ikan tersebut.
  • Setelah memilih ikan, segera bawalah ikan tersebut ke warung yang berada di sebelahnya agar dimasak sesuai menu yang kalian minta.
  • Hindari berkunjung ke Pantai Depok ini pada hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon karena para nelayan pada hari itu libur melaut (sebab kepercayaan masyarakat setempat).

Lokasi Pantai Depok Yogyakarta

Pantai Depok secara administratif berlokasi di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Cara untuk menuju Pantai Depok yakni dari Yogyakarta kalian hanya perlu menuju jalur pantai Parangtritis, namun sebelum kalian masuk ke tempat retribusi pantai Parangtritis, kalian harus berbelok kekanan mengikuti petunjuk ke pantai Depok, karena retribusi pantai Depok ini berlainan dengan pantai Parangtritis.

Harga Tiket Pantai Depok

Satu motor + 2 penumpang : Rp.4.000,- (2013)
Mobil Rp.5.000 + tiket perorangan

Pantai Drini

Pantai Drini dan Pulau Karang di Jogja yang Tenang – Salah satu pantai di Gunungkidul Yogyakarta ini memiliki suasanya yang tenang dan nyaman untuk Anda yang suka dengan ketengangan. Disini terdapat sebuah pulau karang yang berada di bibir pantai dan membelah Pantai Drini hingga menjadi dua bagian dengan memiliki karakter yang bertolak belakang. Terlihat dari sisi Timur yang sangat tenang dan pada bagian Barat terlihat sangat garang, oleh karena itu Pantai Drini menjadi sebuah pantai yang mempunyai karakter ganda.

Aroma laut akan mulai tercium ketika Anda sudah mulai menyusuri jalanan yang mulus di pinggiran kawasan Gunungkidul, itu merupakan sebuah pertanda jika Anda sudah semakin dekat dengan pantai. Berjarak waktu sekitar dua jam jika berkendara dari Jogja akan terbayar lunas sewaktu Anda sudah sampai di Pantai Drini.

Ketika sinar matahari masih memancarkan kecerahannya, dan masih berbaik hati untuk melukis langit biru semakin menambah keindahan lukisan alam, juga akan menjadi latar untuk hamparan pasir putih yang bersih. Sementara itu terdapat sebuah pulau karang yang mengapung kesepian di tengah-tengah samudera.

Pantai Drini juga menjadi salah satu pantai yang istimewa dalam deretan pesisir pantai di Gunungkidul karena disini terdapat sebuah pulau kecil yang berada di tengahnya, dan membagi pantai Drini menjadi dua bagian. Katanya di pulau tersebut banyak ditumbuhi pohon santigi (Pemphis acidula), namun masyarakat di sini biasa menyebutnya dengan nama drini.

Itulah sebab kenapa pantai serta pulau ini dinamai drini. Pada waktu laut sedang surut, Anda dapat pergi berkunjung ke pulau Drini. Tidak perlu menjadi climber hanya untuk memanjat karang, karena terdapat tangga beton yang dapat mengantarkan pengunjung sampai atas.

Dari atas Pulau Drini, pandangan Anda dapat menyisiri seluruh Pantai Drini, dan bisa melihat gunungan alang-alang atap gazebo sampai dengan deretan perahu nelayan. Namun sekarang sudah tidak ada lagi pohon drini, yang ada hanya pandan laut (Pandanus tectorius) yang memenuhi di setiap jengkal tanah, berebut kehidupan dengan rerumputan.

Pulau Drini yang memisahkan sisi Timur dan Barat pantai ini dan membuatnya menjadi dua karakter yang berbeda. Seperti manusia yang memiliki kepribadian ganda, pada satu sisi sangat tenang dan lembut, sementara pada sisi lainnya begitu keras dan garang.

Di bagian timur pantai, ada tebing-tebing yang berbaris gagah, dan berdiri angkuh seolah terlihat seperti menantang sang penguasa laut. Terpadu dengan pulau karang, membuat terbentuknya sebuah laguna yang elok. Dengan terjaganya dari amukan ombak, menjadikan tempat ini nyaman untuk mandi hangat di air yang asin.

Kondisi dari air laut di Pantai Drini yang berwarna biru agak kehijauan, dengan memiliki dinding dan pulau karang yang mengelilingi, serta beratapkan langit yang biru, ditambah pandangan bebas menuju lautan lepas, merupakan sebuah gambaran dari keindahan alam yang sangat megah.

Sambil menikmati pemandangan air laut, sebuah akuarium alam yang memiliki koleksi bermacam-macam biota laut yang selalu menemani. Sekelompok gerombolan Ikan dengan jenis Goby Pasir, Jambrong, dan Sergeant Major terlihat sedang bermain petak umpet, berkejaran antara satu dengan yang lainnya di sela-sela karang, terlihat saling bersembunyi dari teman yang sepermainannya.

Pada bagian tengah pantai, satu jalur dengan arah menuju pulau Drini, terdapat sesuatu yang tampak menarik. Disitu akan terlihat kumpulan tipis dari pasir hitam yang berdiameter sangat halus menerobos dominasi dari pasir putih.

Jika mata Anda tidak terlalu awas, maka bagian ini akan terlewatkan. Menurut dari penelitian, dahulunya disini terdapat sebuah sungai di bawah tanah yang bermuara di Pantai Drini. Alirannya juga membawa pasir berwarna hitam yang sampai sekarang masih dapat dilihat.

Pada sisi bagian Barat pantai juga memiliki keindahan pesona alam yang tidak kalah eksotisnya, deretan dari perahu yang bercadik tertambat, sedang beristirahat sejenak setelah semalaman telah bergelut dengan kerasnya ombak laut Selatan.

Disini Anda juga dapat melihat beberapa nelayan yang menebarkan jala ke dalam air laut, dan berharap akan ada ikan yang mau mendatangi jala yang mereka tebarkan, menyerahkan diri untuk menyambung hidup dari keluarga para nelayan tersebut.

Pantai Drini juga menjadi kampung nelayan tradisional. Karakter dari ombak yang lebih kuat serta langsung menuju ke samudera tanpa adanya karang yang menghalangi, menjadi sebuah tempat yang tepat untuk para nelayan dan juga untuk jalur berangkat dan pulang melaut.

Setelah Anda sudah merasa lelah berkeliling pantai tempat wisata di Jogja ini, Anda dapat beristirahat di gazebo-gazebo kayu beratapkan ilalang. Disini Anda dapat menikmati kesegaran dari air kelapa muda yang dapat menghilangkan rasa dahaga sambil menunggu hasil ikan tangkapan dari para nelayan matang dibakar. Liburan ke Pantai Drini akan membuat seolah-olah sedang datang ke ahli terapi. Untuk memulihkan lelah di kaki dan di hati.

Pantai Krakal

Keindahan Alam Pantai Krakal di Gunung Kidul Yogyakarta – yoshiewafa – Pantai Krakal merupakan salah Satu dari sekian banyak obyek pariwisata Pantai di Gunung Kidul Yogyakarta yang memiliki keindahan alam tersembunyi. Masih suka berwisata ke Pantai? banyak pilihan obyek wisata Pantai di sepanjang pesisir Gunung Kidul yang dapat Anda jadikan pilihan pada waktu liburan. Seperti halnya Pantai Drini yang kemarin yoshiewafa ulas dan lebih banyak lagi dapata Anda lihat dalam Daftar Tempat Wisata di Yogyakarta.

Pantai Krakal termasuk dalam salah satu deretan pantai-pantai indah di laut selatan Kab. Gunungkidul yang memiliki beberapa spot surfing tersembunyi yang menantang. Pantai Krakal ini sudah lama terkenal sebagai salah satu kawasan pantai yang berada di ujung selatan Jogja dan mempunyai keindahan begitu luar biasa.

Garis Pantai Krakal yang landai dan bertabur dengan pasir putih serta memiliki hempasan ombak yang jernih. Batu karang juga turut serta menghiasi sebagian besar dari bibir pantai, menjadi rumah bagi banyaknya ikan-ikan karang yang berwarna-warni.

Di Pantai ini terdapat ikan damselfish berwarna kuning dengan aksennya berwarna biru di punggung, ikan kepe-kepe atau butterflyfish dengan bergaris-garis biru tua dan biru muda, serta terdapat sekelompok ikan kecil yang berwarna biru terang sedang berenang di antara bebatuan. Kaki-kaki bintang laut berwarna hitam yang menjulur keluar dari balik batu yang menjadi tempat persembunyian mereka.

Untuk Anda yang merasa bosan bermain-main di pinggir pantai, Cobalah untuk berjalan dan mengarungi lepas pantainya. Terdapat sederet batu karang yang menyembul ke permukaan air dan berbaris memanjang yang tampak seolah sedang membentuk sebuah jalan setapak di lautan.

Jika Anda ingin berjalan-jalan jangan lupa menggunakan alas kaki karena batu-batu kadang disini sangat tajam. Beberapa nelayan yang sedang melintas, mereka sedang mencari tempat yang cukup strategis untuk melemparkan joran pancing. Yang lainnya sedang asyik menyelam di laut yang dangkal untuk mencari umbal, semacam hewan laut kecil yang hidupnya menempel pada batu-batuan. Umbal ini kemudian akan diolah menjadi rempeyek yang gurih oleh warga setempat.

Selain memiliki kecantikan alam yang eksotik nan indah, Pantai Krakal juga menyembunyikan ombak yang cocok untuk Anda yang ingin bermain selancar. Untuk Anda yang ingin melakukan surfing di Pantai Krakal harus berjalan terlebih dahulu menuju ke deretan batu karang yang berada di lepas pantai dan kemudian menyongsong ombak yang bertipe reef break dan cukup menantang. Dasar lautnya banyak didominasi karang sehingga untuk Anda yang ingin surfing harus ekstra hati-hati. Dry season sekitar bulan Maret dan September merupakan waktu yang paling terbaik untuk menunggu barrel di Pantai Krakal.

Walaupun lokasinya berada sekitar 2 jam perjalanan waktu dengan menggunakan mobil jika dari Jogja, akses jalan untuk menuju ke Pantai Krakal terbilang sudah cukup bagus dan rata. Terdapat juga deretan warung makan serta beberapa hotel di sekitar pantai dapat Anda temukan dengan cukup mudah, sehingga akan jauh lebih memudahkan Anda yang ingin menginap sambil menunggu waktu ombak terbaik untuk berselancar. Namun, surfing bukan merupakan olahraga yang cukup populer pada kalangan penduduk setempat. Anda harus membawa sendiri papan surfing milik karena disini belum terdapat tempat persewaan surfboard.

Detil dari Surf Spot :

  • Kualitas Gelombang dengan Rating: 5
  • Jenis Gelombang : Terkadang berhenti sejenak
  • Arah Gelombang : Kanan dan Kiri
  • Bagian Bawah : Batu Karang
  • Tingkat Kesulitan : Menengah
  • Tingkat Orang Banyak : Kosong
  • Beberapa yang Berbahaya : Batu Karang, Landak Laut, Ubur-ubur

Keterangan umum :

Garis dari Pantai Krakal didominasi dengan karang-karang Tajam, sehingga biasa tidak Siaran dan hiburan untuk mencapai tempat surfing-nya. Ombaknya cukup Bagus, terutama pada waktu musim kemarau (antara Bulan Maret Dan September) Yang memungkin akan terciptanya barel.

Liburan ke Pantai selalu menyenangkan menurut saya pribadi yang suka dengan suasana pantai, gunung, hutan, air terjun dan obyek-obyek wisata alam yang lainnya. Untuk Anda yang ingin liburan ke DI Yogyakarta, yoshiewafa memiliki beberapa daftar hotel murah di jogja yang dapat Anda jadikan referensi jika ingin menginap atau beristirahan sejenak di DIY. Selamat Liburan ke Pantai Krakal!

Museum Dirgantara Mandala

Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” adalah museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara untuk mengabadikan peristiwa bersejarah dalam lingkungan TNI AU, bermarkas di kompleks Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Museum ini sebelumnya berada berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta dan diresmikan pada 4 April 1969 oleh Panglima AU LaksamanaRoesmin Noerjadin lalu dipindahkan ke Yogyakarta pada 29 Juli 1978.

Alamat Museum, Komplek Pangkalan TNI AU Lanud Adisutjipto, Yogyakarta Telp. 0274 – 484 453, Jam Kunjungan: Senin – Minggu 08.30 – 15.00.

Sejarah Museum

Atas gagasan pimpinan TNI AU, maka didirikanlah Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” sebagai tempat untuk mengabadikan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan dan peristiwa bersejarah di lingkungan TNI AU. Museum ini telah diresmikan pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin. Awalnya, museum berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta. Akan tetapi, museum kemudian dipindahkan ke Yogyakarta karena dianggap sebagai tempat penting lahirnya TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU. Dengan pertimbangan bahwa koleksi Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala”, terutama Alutsista Udara berupa pesawat terbang yang terus berkembang sehingga gedung museum di Kesatrian AKABRI Bagian Udara tidak dapat menampung dan pertimbangan lokasi museum yang sukar dijangkau pengunjung, maka Pimpinan TNI-AU memutuskan untuk memindahkan museum ini lagi.

Pimpinan TNI-AU kemudian menunjuk gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisutjipto yang pada masa pendudukan Jepang digunakan sebagai gudang logisitik sebagai Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani sebuah prasasti. Hal ini diperkuat dengan surat perintah Kepala Staf TNI-AU No.Sprin/05/IV/1984 tanggal 11 April 1984 tentang rehabilitasi gedung ini untuk dipersiapkan sebagai gedung permanen Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Dalam perkembangan selanjutnya pada tanggal 29 Juli 1984 Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNISukardi meresmikan penggunaan gedung yang sudah direnovasi tersebut sebagai gedung Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” dengan luas area museum seluruhnya kurang lebih 4,2 Ha. Luas bangunan seluruhnya yang digunakan 8.765 M2.[2]

Koleksi museum

Rudal SA 75 milik Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Kamera K-24 dibuat oleh Amerika tahun 1944. Kamera ini menjadi koleksi Museum Dirgantara Mandala sejak tahun 1978.

Museum ini menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah serta diorama peristiwa sejarah Angkatan Udara Indonesia. Sejumlah pesawat tempur dan replikanya juga terdapat di museum ini yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan, diantaranya:

  • Pesawat Ki-43 buatan Jepang
  • Pesawat PBY-5A (Catalina).
  • Replika pesawat WEL-I RI-X (pesawat pertama hasil produksi Indonesia)
  • Pesawat A6M5 Zero Sen buatan Jepang.
  • Pesawat pembom B-25 Mitchell, B-26 Invader, TU-16 Badger.
  • Helikopter Hillier 360 buatan AS.
  • Pesawat P-51 Mustang buatan AS.
  • Pesawat KY51 Cureng buatan Jepang.
  • Replika pesawat Glider Kampret buatan Indonesia.
  • Pesawat TS-8 Dies buatan AS.
  • Pesawat Lavochkin La-11, Mig-15, MiG-17 dan MiG-21 buatan Russia.
  • Rudal SA-75

Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala baru-baru ini mendapat tambahan koleksi berupa Prototype Bom sejumlah 9 buah buatan Dislitbangau yang bekerjasama dengan PT. Pindad dan PT. Sari Bahari. Bom-bom tersebut merupakan bom latih (BLA/BLP) dan bom tajam (BT) yang memiliki daya ledak tinggi (high explosive), sebagai senjata Pesawat Sukhoi Su-30, F-16, F-5, Sky Hawk, Super Tucanodll.