Tag Archives: jogja rent car

Candi Ratu Boko

Candi Boko merupakan salah satu tempat wisata sejarah di Jogja yang menarik untuk dikunjungi. Situs yang berada di atas sebuah bukit dengan ketinggian ± 195.97 m diatas permukaan laut ini, mempunyai keunikan yang berlainan dengan bangunan candi lainnya. Jika candi pada umumnya merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat pemujaan atau beribadah. Namun berdasar beberapa penelitian, situs tersebut menunjukkan ciri sebagai tempat tinggal, lebih tepatnya kalau disebut sebagai sebuah keraton.

Tidak hanya kemegahan keraton Ratu Boko yang terlihat dari sisa sisa peninggalannya akan membuat takjub. Lokasinya yang berada diatas bukit juga memberikan suasana dan pemandangan yang indah.

Berada di situs yang merupakan bekas istana kerajaan ratu Boko ini, selain bisa melihat pemandangan kota Jogja serta keindahan candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi, suasana disana terasa tenang dan damai.

Keindahan ketika matahari terbit dan ketika matahari tenggelam, membuat banyak pengunjung yang menantikan momen tersebut. Tidak heran jika di malam hari pun masih ada pengunjung yang berada di lokasi tersebut untuk menikmati suasana atau sekedar makan malam di Candi Ratu Boko.

Disitus tersebut terdapat beberapa bangunan yang merupakan bagian sebuah keraton seperti misalnya gerbang masuk yang terdiri atas dua gerbang, pendopo, paseban, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar/ benteng pelindung.

Bagian Bangunan di Komplek Candi Ratu Boko

Di situs Candi/ Keraton Ratu Baka yang dibangun pada masa pemerintahan seorang raja keturunan Wangsa Syailendra yang bernama Rakai Panangkaran, terdapat beberapa bangunan yang merupakan bagian dari bekas keraton tersebut.

Gerbang Masuk

Gerbang masuk ke komplek keraton Ratu Baka terletak di sisi barat, yang terdiri atas dua gerbang, yaitu gerbang luar dan gerbang dalam. Gerbang dalam yang merupakan gerbang utama, mempunyai ukuran lebih besar daripada gerbang luar.

Gerbang luar terdiri atas 3 gapura paduraksa dengan posisi berjajar arah utara-selatan. Gapura utama, terdiri atas 5 gapura paduraksa yang bebaris sejajar dengan gerbang luar, dan berada di antara dua gapura pengapit.

Candi Batukapur

Berupa sebuah pondasi berukuran 5×5 m2 yang dibangun dari batu kapur, yang berada Sekitar 45 m dari gerbang pertama, ke arah timur laut.

Candi pembakaran

Ditimur laut, sekitar 37 m dari gerbang utama, terdapat Sebuah bangunan berbentuk teras tanah berundak setinggi 3 m yang disebut Candi pembakaran. Bangunan ini berbentuk bujur sangkar, dengan luas 26 m2.

Di tengah pelataran teras kedua terdapat semacam sumur berukuran 4X4 m2, berbentuk bujur sangkar dengan yang digunakan sebagai tempat pembakaran mayat.

Di dekat candi pembakaran terdapat sebuah sumur tua yang dianggap sebagai sumber air suci.

Paseban

Paseban merupakan tempat untuk menghadap raja. Bangunan Paseban terletak sekitar 45 m ke arah selatan dari gapura.

Paseban yang membujur arah utara-selatan dibangun dari batu andesit dengan ukuran lebar 7 m panjang 38 m dan tinggi 1,5 m. Pendapa

Keputren

Keputren merupakan tempat tinggal para putri. Lingkungan keputren yang dibatasi oleh pagar batu setinggi 2 m, berukuran sekitar 31 X 8 m.

Lingkungan keputren terbagi dua dengan dibatasi oleh tembok batu yang mempunyai sebuah pintu penghubung. Terdapat 3 buah kolam berbentuk persegi dalam lingkungan keputren pertama. Dua kolam bebentuk persegi panjang membujur arah utara-selatan dan berukuran lebih kecil dibanding kolam yang berbentuk bujur sangkar.

Dalam lingkungan keputren kedua, terdapat 8 buah kolam berbentuk bundar yang berjajar dalam 3 baris.

Gua

Terdapat dua buah gua di lereng bukit kawasan Ratu Baka, yang disebut Gua Lanang dan Gua Wadon (Dalam bahasa Jawa, Lanang artinya lelaki dan wadon artinya perempuan). Gua Lanang lorong persegi dengan ukuran lebar 3,7 m, dalam 2,9 m dan tinggi 1,3 m. Di dalamnya, terdapat relung seperti bilik yang berada di sisi kiri, kanan dan belakang gua. Gua Wadon ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Gua Lanang namun ketinggiannya sama, yaitu tinggi 1,3 m, lebar 3 dan dalam 1, 7 m. Di bagian belakang gua juga terdapat relung seperti bilik.

Misteri Situs Ratu Boko

Walaupun menurut sejarah kerajaan tersebut dibangun pada masa pemerintahan raja Rakai Panangkaran, namun hal tersebut masih menyisakan misteri. Menurut legenda ratu Boko merupakan ayah dari Lara Jonggrang yang legendanya terkait dengan keberadaan candi Prambanan.

Bahkan ada beberapa peneliti yang mengkaitkan keberadaan kerajaan ratu Boko dengan nabi Sulaiman. Menurut mereka ratu Boko tersebut adalah ratu Bilqis yang kerjaan dipindahkan oleh jin atas perintah raja Sulaiman.

Para peneliti tersebut meyakini adanya plat emas ratu boko di situs tersebut, yang menjadi bukti siapakah ratu Boko sebenarnya.

Fasilitas yang tersedia di kawasan Candi Istana Ratu Boko :

  • Kendaraan untuk antar jemput dari Candi Prambanan – Candi Istana Ratu
  • Tempat penginapan, tempat parkir, toilet, mushola, Ratu Boko Resto, Plaza Anrawina dan Pusat Informasi.
  • Tersediannya bumi perkemahan untuk anak sekolah.
  • Toko Souvenir
  • Camping ground lengkap dengan tenda serta berbagai peralatan pendukung
  • Harga Tiket Masuk Candi Ratu Boko

Harga tiket masuk reguler :

  • Rp. 25.000 (dewasa)
  • Rp. 10.000 (anak)
  • USD 13 (WNA)

Harga tiket paket sunset :

Rp. 100.000

Harga tiket Paket wisata Prambanan – Ratu Boko

Rp. 45.000,- (Berkunjung ke candi Prambanan sekaligus ke candi Ratu Boko, sudah termasuk transportasi)

Jam Buka Candi Ratu Boko

Buka setiap hari dari mulai pukul 06:00 – 17:00 WIB

Lokasi Candi Ratu Boko

Candi Boko berada arah selatan dari Candi Prambanan dengan jarak sekitar 3 km atau sekitar 19 km ke arah timur kota Yogyakarta. Lokasi kawasan candi Ratu Boko meliputi dua desa, yaitu Desa Dawung dan Desa Sambirejo.

Peta Lokasi Candi Ratu Boko

Rute Ke Candi Ratu Boko

Dari kota Jogjakarta dapat menggunakan bus Trans Jogja trayek ke terminal Prambanan di lanjutkan perjalanan dengan menggunakan motor ojek sampai ke Candi Ratu Boko.

Jika menggunakan kendaraan sendiri dari kota Jogja berjalan menuju arah Solo. Dipertigaan setelah jembatan kali Opak (sebelum candi Prambanan) belok ke kanan, kearah jl. Raya Piyungan, sekitar 3 km hingga mencapai perbukitan dimana candi Ratu Boko tersebut berada.

Bukit Klangon

Bukit Klangon Merapi mungkin masih asing bagi sebagian orang. Tetapi, kini menjadi incaran bagi wisatawan atau anak muda hitz setelah banyak foto-foto diunggah ke instagram. Dari instagram tersebut yang membuat para pengguna aktif instagram penasaran dengan keberadaan bukit Klangon Merapi yang terletak di sekitar lereng gunung Merapi. Gardu Pandang Bukit Klangon Merapi ini berlokasi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Jogjakarta.

Tempat ini sebenarnya bernama Bukit Glagahsari atau Bukit Glagaharjo yang memang wisata alam. Selain itu juga dikenal dengan sebutan gardu pandang Rotary. Hal ini dikarenakan karena gardu pandang ini merupakandonasi dari Rotary Internasional. Gardu pandang ini memiliki ketinggian 5 meter dan cukup kuat. Disinilah salah satu spot terbaik untuk menikmati view gunung Merapi.

Bukit Klangon adalah tempat yang pas untuk ngadem bersantai dan melupakan sejenak rutinitas. Udaranya yang sejuk dan jauh dari polusi, membuatmu bisa betah berlama lama. Jika punya waktu liburan yang panjang, bawalah tenda untuk camping disini. Di Lokasi bukit klangon memiliki lahan yang cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda. Udara yang sejuk dengan view puncak merapi yang memukau akan membuat campingmu semakin sempurna.

Pasar klewer

Pasar Klewer yang terletak di kota Solo yang merupakan salah satu kota tertua di indonesia ini adalah salah satu pasar tradisional yang dimiliki kota Solo sebagai pasar tekstil omzet terbesar se-Asia Tenggara.

Pasar Klewer yang terletak dekat dengan kraton Solo dan alun-alun lor (alun-alun utara) ini, berjumlah 2 lantai dengan jumlah kios sekitar 2.064 unit yang dapat menampung kurang lebih 2.300 pedagang dengan perputaran uang sehari kurang lebih mencapai 17 milyard, kemarin hari sabtu tanggal 27 Desember 2014 malam dilalap si jago merah hingga habis yang diduga polisi disebabkan hubungan arus pendek/ konsleting listrik dari salah satu kios pasar klewer yang membuat panik sekitarnya dan para pengunjung di alun-alun utara karena bebarengan dengan festival sekaten. Banyak menyisakan cerita sedih pedagang pasar Klewer yang hanya menangis melihat kios mereka pada terbakar dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Sejarah – Pasar Klewer Solo :

Pasar klewer melalui proses panjang sebutan nama, sampai disebutnya pasar Klewer yang hingga kini melegenda di kota Solo dan menjadi salah satu tujuan wisata dan ikon kota Solo. Pasar Klewer sejarahnya dimulai dari jaman pendudukan Jepang di Indonesia, sekitar pasar klewer dulunya merupakan tempat pemberhentian kereta api yang digunakan pribumi /penduduk setempat untuk berdagang sehingga terbentuk proses jual beli layaknya pasar yang lebih terkenalnya dulu disebut pasar Slompretan (diambil dari bahasa jawa “Slompret” yang artinya Terompet), kenapa disebut Slompretan ? Karena dekat dengan pemberhentian kereta api dan kereta api mau berangkat membunyikan klakson yang mirip suara terompet.

Pasar Slompretan (sebutan pasar klewer dulu) ini dulunya tempat berdagang pedagang – pedagang kecil yang menjajakan / menjual kain batik tanpa ada kios dan cara membawanya dengan cara ditaruh di pundak pedagangnya sehingga nampak Kleweran (sebutan bahasa jawa “Kleweran” yang berarti menjuntai tidak beraturan). Karena cara pedagang yang membawa barang dagangannya dipundak Kleweran sehingga sebutan pasar Slompretan tersebut berubah menjadi pasar Klewer sampai sekarang. Berkembangnya pasar Klewer dimulai tahun 1942 s/d 1945 dan semakin pesat hingga tahun 1968. Kemudian tanggal 9 Juni 1970 pasar Klewer mulai dibangun permanen bertingkat 2 lantai diresmikan pada jaman pemerintahan presiden Soeharto.

Stonehenge

Stonehenge berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Obyek wisata baru di jogja ini terletak tidak jauh dari The lost Word Castle. Stonehenge kini menjadi tujuan wisata alternatif selain menikmati panorama Gunung Merapi.
Mulai dibuka sejak 4 bulan yang lalu, objek wisata Stonehenge mulai kebanjiran pengunjung. Meski buatan tangan, strukturnya menyerupai batu sungguhan yang disusun bak Stonehenge di Inggris.
Berada di area seluas 200 meter persegi, gugusan batu raksasa Stonehenge bisa menjadi latar foto yang apik. Apalagi jika cuaca cerah, langit biru yang luas dan hamparan rumput hijau menjadi alas bebatuan setinggi sekitar 4 meter ini sangat memanjakan mata.

Candi Pawon

Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Candi yang mempunyai nama lain Candi Brajanalan ini lokasinya sekitar 2 km ke arah timur laut dari Candi Barabudhur dan 1 km ke arah tenggara dari Candi Mendut. Letak Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Barabudhur yang berada pada satu garis lurus mendasari dugaan bahwa ketiga candi Buddha tersebut mempunyai kaitan yang erat. Selain letaknya, kemiripan motif pahatan di ketiga candi tersebut juga mendasari adanya keterkaitan di antara ketiganya. Poerbatjaraka, bahkan berpendapat bahwa candi Pawon merupakan upa angga (bagian dari) Candi Barabudhur.

Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penimpanan abu jenazah Raja Indra ( 782 – 812 M ), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Nama “Pawon” sendiri, menurut sebagian orang, berasal dari kata pawuan yang berarti tempat menyimpan awu (abu). Dalam ruangan di tubuh Candi Pawon, diperkirakan semula terdapat Arca Bodhhisatwa, sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah mencapai tataran Bodhisattva, maka dalam candi ditempatkan arca Bodhisatwva. Dalam Prasasti Karang Tengah disebutkan bahwa arca tersebut mengeluarkan wajra (sinar). Pernyataan tersebut menimbulkan dugaan bahwa arca Bodhisattwa tersebut dibuat dari perunggu.

Batur candi setinggi sekitar 1,5 m berdenah dasar persegi empat, namun tepinya dibuat berliku-liku membentuk 20 sudut. Dinding batur dihiasi pahatan dengan berbagai motif, seperti bunga dan sulur-suluran. Berbeda dengan candi Buddha pada umumnya, bentuk tubuh Candi Pawon ramping seperti candi Hindu.

Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi terletak di sisi barat. Di atas ambang pintu terdapat hiasan Kalamakara tanpa rahang bawah.Tangga menuju selasar dilengkapi dengan pipi tangga dengan pahatan pada dinding luarnya. Hiasan kepala naga di pangkal pipi tangga sudah rusak. Ruangan dalam tubuh candi saat ini berada dalam keadaan kosong, namun pada lantai terlihat bekas yang menunjukkan bahwa tadinya terdapat arca di tempat tersebut.
Pada dinding bagian depan candi, di sebelah utara dan selatan pintu masuk, terdapat relung yang berisi pahatan yang menggambarkan Kuwera (Dewa Kekayaan) dalam posisi berdiri. Pahatan yang terdapat di selatan pintu sudah rusak sehingga tidak terlihat lagi wujud aslinya. Pahatan yang di utara pintu relatif masih utuh, hanya bagian kepala saja yang sudah hancur.

Pada dinding utara dan selatan candi terdapat relief yang sama, yaitu yang menggambarkan Kinara dan Kinari, sepasang burung berkepala manusia, berdiri mengapit pohon kalpataru yang tumbuh dalam sebuah jambangan. Di sekeliling pohon terletak beberapa pundi-pundi uang. Di langit tampak sepasang manusia yang sedang terbang. Di bagian atas dinding terdapat sepasang jendela kecil yang berfungsi sebagai ventilasi. Di antara kedua lubang ventilasi tersebut terdapat pahatan kumuda.

Atap candi berbentuk persegi bersusun dengan hiasan beberapa dagoba (kubah) kecil di masing-masing sisinya. Puncak atap dihiasi dengan sebuah dagoba yang lebih besar.

Pasar Klithikan

Bagi yang pernah tinggal di Yogyakarta tentu tidak asing dengan pasar klithikan yang dahulu berada di area tugu sepanjang jalan Mangkubumi, alun alun kidul dan jalan asem gedhe. Sekarang pasar klithikan sudah direlokasi oleh pemerintah ke pasar Kuncen, Wirobrajan Yogyakarta supaya lebih tertata dan nyaman untuk berbelanja. Seperti pasar klithikan lainnya disini sebagian besar pedagang menjual barang barang bekas mulai dari barang elektronik sampai sparepart sepeda, motor dan mobil.

Namun tidak sedikit pedagang pindahan dari pasar klithikan Mangkubumi yang menjual barang baru. Satu hal yang paling mengasyikan saat mengunjungi pasar klithikan adalah seni tawar menawar, semakin pandai kita menawar kita akan mendapatkan barang yang kita inginkan dengan harga murah. Untuk anda yang ingin membeli onderdil atau suku cadang sepeda motor maupun mobil disinilah pusatnya. Kalau beruntung kita bisa mendapatkan barang berkualitas bagus dengan harga sangat murah.
Bagaimanapun kita harus tetap waspada saat berbelanja jangan sampai menyesal kemudian tiada guna. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berbelanja di pasar klithikan, pertama harga yang ditawarkan di pasar klithikan bukan harga pas jadi kita wajib menawar. Mulailah menawar dari 30 – 40 % dari harga yang ditawarkan. Selain itu kita harus jeli membedakan antara barang baru dan barang bekas.

Sebagai gambaran harga spion motor misalnya, spion standard harganya mulai dari Rp 15 rb – 40 rb, spion retro antara Rp 20 rb – 50 rb, spion jalu kisaran Rp 100 an dan spion lipat antara Rp 50 rb – 300 rb. Untuk harga helm dan asesoris motor atau mobil bisa lebih miring 30 – 40 % dari harga di toko.

klithikan
Saat berbelanja di pasar klithikan jangan malas bertanya dan tidak ada salahnya berinteraksi dengan penjual supaya kita mendapatkan informasi sebanyak banyaknya tentang barang yang kita inginkan. Dengan begitu bisa membandingkan harga dari penjual satu dengan yang lainnya.

Buatlah daftar belanja atau paling tidak kita sudah pikirkan barang apa yang ingin kita beli sebelum ke pasar klithikan. Hal ini untuk mencegah membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, hanya karena tergiur barang bagus harga murah terlanjur kita beli.

Terakhir mintalah tanda terima pembayaran setelah terjadinya jual beli supaya apabila terjadi hal yang tidak kita inginkan seperti barang cacat tanpa sepengetahuan kita bisa kita complain atau dikembalikan. Sering terjadi dengan tidak adanya tanda terima pembeli mengalami kerugian karena kelalaian tersebut.

Pasar klithikan memang banyak diminati oleh kalangan mahasiswa di Yogyakarta, walaupun tidak sedikit yang sengaja datang dari luar kota untuk kulakan onderdil untuk dijual lagi. Bagi yang datang ke Jogja rasanya tidak lengkap kalau belum singgah di pasar Pakuncen. Ikon kota Jogja yang satu ini bisa dijadikan peluang bisnis bagi yang jeli.

Desa Kasongan

Desa Kasongan memang identik dengan keramik dan gerabah, dan merupakan sentra industri kerajinan keramik/gerabah paling besar di Yogyakarta.

Sebagian besar penduduknya memang bermata pencaharian sebagai pengrajin keramik dan telah menghasilkan berbagai macam produk mulai dari dari guci, jambangan, vas bunga, patung loro blonyo, patung hewan, tempat lilin, souvenir-souvenir kecil untuk pernikahan dan sebagainya.

Pangsa pasar produk keramik Kasongan sebagian besar di luar negeri, antara lain ke Malaysia, Singapura, Korea, Jepang, Amerika Serikat, Belanda, dll.

Dalam perkembangannya Desa Kasongan, yang dulu menjadi tempat produksi, kini berkembang menjadi Desa Wisata dan sebagai tempat pemasaran setelah berdiri kios-kios/show-room.

Gembira Loka

Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti orangutan, gajah asia, simpanse, harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2006. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan.

Loka artinya tempat, gembira ya gembira. Syahdan, hampir setengah abad yang lalu Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka di atas lahan seluas 20 ha yang separonya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa di antaranya 61 spesies flora.

Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.

Gembira Loka Zoo memiliki koleksi satwa yang cukup lengkap. Akhir-akhir ini, dikabarkan bahwa GLZ sedang mengadakan kesepakatan dengan Singapore Zoo untuk pertukaran hewan, yakni 6 ekor Pinguin Jackass. Gembira Loka Zoo selalu berusaha memberikan yang terbaik demi kenyamanan pengunjung serta kelestarian alam. Beberapa kali didengar bahwa gajah melahirkan, burung kakatua menetaskan telurnya, serta kuda pacu melahirkan anaknya.

Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.

Namun, sejak tahun 2010 Gembira Loka Zoo mulai merehabilitasi dan merekonstruksi kebun binatangnya. Bahkan, sampai tahun 2012 ini sedang dalam proses pembuatan untuk “Taman Burung” dan sedangkan untuk “Taman Reptil dan Amfibi” sudah dalam tahap sentuhan akhir. Beberapa pedagang asongan pun sudah mulai dibenahi, agar terkesan rapi dan bersih. Semenjak itu, GLZ mulai dikunjungi pengunjung dengan jumlah yang lebih banyak.

Candi Mendut

Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Lokasinya hanya sekitar 3 km dari Candi Barabudhur, yang mana Candi Buddha ini diperkirakan mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Ketiga candi tersebut terletak pada satu garis lurus arah utara-selatan.
Belum didapatkan kepastian mengenai kapan Candi Mendut dibangun, namun J.G. de Casparis menduga bahwa Candi Mendut dibangun oleh raja pertama dari wangsa Syailendra pada tahun 824 M. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Karangtengah (824 M), yang menyebutkan bahwa Raja Indra telah membuat bangunan suci bernama Wenuwana. Casparis mengartikan Wenuwana (hutan bambu) sebagai Candi Mendut. Diperkirakan usia candi Mendut lebih tua daripada usia Candi Barabudhur.

Candi ini pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1836. Seluruh bangunan candi Mendut diketemukan, kecuali bagian atapnya. Pada tahun 1897-1904, pemerintah Hindia Belanda melakukan uapaya pemugaran yang pertama dengan hasil yang cukup memuaskan walaupun masih jauh dari sempurna. Kaki dan tubuh candi telah berhasil direkonstruksi. Pada tahun 1908, Van Erp memimpin rekonstruksi dan pemugaran kembali Candi Mendut, yaitu dengan menyempurnakan bentuk atap, memasang kembali stupa-stupa dan memperbaiki sebagian puncak atap. Pemugaran sempat terhenti karena ketidaktersediaan dana, namun dilanjutkan kembali pada tahun 1925.
Candi Mendut memiliki denah dasar berbentuk segi empat. Tinggi bangunan seluruhnya 26,40 m. Tubuh candi Buddha ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 m. Di permukaan batur terdapat selasar yang cukup lebar dan dilengkapi dengan langkan. Dinding kaki candi dihiasi dengan 31 buah panel yang memuat berbagai relief cerita, pahatan bunga dan sulur-suluran yang indah.

Di beberapa tempat di sepanjang dinding luar langkan terdapat jaladwara atau saluran untuk membuang air dari selasar. Jaladwara terdapat di kebanyakan candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, seperti di Candi Barabudhur, Candi Banyuniba, Candi Prambanan dan di Situs Ratu Baka. Jaladwara di setiap candi memiliki bentuk yang berbeda-beda.
Tangga menuju selasar terletak di sisi barat, tepat di depan pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi. Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi dilengkapi dengan bilik penampil yang menjorok keluar. Atap bilik penampil sama tinggi dan menyatu dengan atap tubuh candi. Tidak terdapat gapura atau bingkai pintu pada dinding depan bilik penampil. Bilik itu sendiri berbentuk lorong dengan langit-langit berbentuk rongga memanjang dengan penampang segi tiga.

Dinding pipi tangga dihiasi dengan beberapa panil berpahat yang menggambarkan berbagai cerita yang mengandung ajaran Buddha. Pangkal pipi tangga dihiasi dengan sepasang kepala naga yang mulutnya sedang menganga lebar, sementara di dalam mulutnya terdapat seekor binatang yang mirip singa. Di bawah kepala naga terdapat panil begambar makhluk kerdil mirip Gana.
Atap candi itu terdiri dari tiga kubus yang disusun makin ke atas makin kecil, mirip atap candi-candi di Komplek Candi Dieng dan Gedongsanga. Di sekeliling kubus-kubus tersebut dihiasi dengan 48 stupa kecil. Puncak atap sudah tidak tersisa sehingga tidak diketahui lagi bentuk aslinya.

Dinding dalam bilik penampil dihiasi dengan relief Kuwera atau Avataka dan relief Hariti. Relief Kuwera terpahat di dinding utara, relief Hariti terpahat di dinding selatan. Kuwera adalah seorang raksasa pemakan manusia yang bertobat setelah bertemu dengan Buddha. Ia berubah menjadi dewa kekayaan dan pelindung anak-anak. Kuwera mempunyai seorang istri bernama Hariti, yang semula adalah juga seorang raksasa pemakan manusia. Sebagaimana halnya suaminya, Hariti bertobat setelah bertemu Buddha dan kemudian menjadi pelindung anak-anak. Relief Kuwera dan Hariti terdapat di banyak candi Buddha Tantrayana, seperti di Candi Sewu, Candi Banyuniba dan Candi Kalasan.

Dalam relief itu digambarkan Kuwera sedang duduk di atas sebuah bangku. Di sekelilingnya tampak sejumlah anak sedang bermain-main. Di bawah tempat duduk laki-laki tersebut terdapat pundi-pundi berisi uang. Pundi-pundi berisi uang merupakan ciri Kuwera sebagai dewa kekayaan. Relief Hariti menampilkan suasana yang serupa. Hariti bersimpuh di atas sebuah bangku sambil memangku seorang anak. Di sekelilingnya terlihat sejumlah anak sedang bermain.
Dinding tubuh candi dihiasi dengan relief yang berkaitan dengan kehidupan Buddha. Pada dinding selatan terdapat relief Bodhisattwa Avalokiteswara. Sang Buddha duduk di atas padmasana (singgasana dari bunga padma) di bawah naungan pohon kalpataru. Di sebelah kanannya Dewi Tara bersimpuh di atas padmasana dan di sebelah kirinya seorang wanita lain juga bersimpuh di atas padmasana. Agak ke atas, di kiri dan kanan tampak seperti dua gumpalan awan. Dalam masing-masing gumpalan tampak sosok seorang pria sedang membaca kitab. Di tepi kiri dan kanan digambarkan pilar dari batu yang disusun bertumpuk. Di puncak pilar terlihat Gana dalam posisi berjongkok sambil menyangga sesuatu. Di hadapan Sang Buddha ada sebuah kolam yang dipenuhi dengan bunga teratai. Air kolam berasal dari air mata Buddha yang menetes karena kesedihannya memikirkan kesengsaraan umat manusia di dunia. Tepat di hadapan Buddha, terlihat dua orang perempuan muncul dari sela-sela teratai di kolam.

Pada dinding timur terpahat relief Bodhisatwa. Dalam relief ini Sang Buddha yang digambarkan sebagai sosok bertangan empat sedang berdiri di atas tempat yang bentuknya mirip lingga. Pakaian yang dikenakan adalah pakaian kebesaran kerajaan. Di sekeliling kepalanya memancar sinar kedewaan. Tangan kiri belakang memegang kitab, tangan kanan sebelah belakang memegang tasbih, kedua tangan depan menggambarkan sikap varamudra, yaitu Buddha bersila dengan sikap tangan memberi anugrah. Di sebelah kirinya setangkai bunga teratai yang keluar dari dalam bejana.
Pada dinding sisi utara terpahat relief yang menggambarkan Dewi Tara sedang duduk di atas padmasana, diapit dua orang lelaki. Dalam relief ini Tara digambarakan sebagai dewi bertangan delapa. Keempat tangan kiri masing-masing memegang tiram, wajra, cakra, dan tasbih, sedangkan keempat tangan kanan masing-masing memegang sebuah cawan, kapak, tongkat, dan kitab.

Pada dinding barat (depan), di sebelah utara pintu masuk, terdapat relief Sarwaniwaranawiskhambi. Sarwaniwaranawiskhambi digambarkan sedang berdiri di bawah sebuah payung. Busana yang dipakainya adalah busana kebesaran kerajaan.
Di ruangan yang cukup luas dalam tubuh Candi Mendut terdapat 3 buah Arca Buddha. Tepat mengadap pintu terdapat Buddha Sakyamuni, yaitu Buddha sedang berkhotbah. Buddha digambarkan dalam posisi duduk dengan sikap tangan dharmacakramudra, yaitu sikap sedang mewejangkan ajaran.

Di sebelah kanan, menghadap ke selatan, terdapat Arca Bodhisattva Avalokiteswara, yaitu Buddha sebagai penolong manusia. Buddha digambarakan dalam posisi duduk dengan kaki kiri terlipat dan kaki kanan menjuntai ke bawah. Telapak kaki kanan menumpang pada bantalan teratai kecil. Di sebelah kiri ruangan, menghadap ke utara, terdapat Arca Maitreya yaitu Bodhisatwa pembebas manusia yang sedang duduk dengan sikap tangan simhakarnamudra, mirip sikap vitarkamudra namun jari-jarinya tertutup. Ketiga arca dalam ruangan ini memakai dilengkapi dengan ‘prabha” atau sinar kedewaan di sekeliling kepalanya.
Di sudut selatan, di halaman samping Candi Mendut terdapat batu-batu reruntuhan yang sedang diidentifikasi dan dicoba untuk direkonstruksi.

Malioboro Mall

Malioboro Mall adalah sebuah mal yang terletak di pusat kota Yogyakarta, yaitu di jalan Malioboro. Mal ini berdiri sejak tahun 1993 sebagai mal pertama di Yogya.

Penyewa Utama ( Anchor Tenant) di pusat perbelanjaan ini adalah: Matahari Department Store, Gramedia Book Store, Mc’Donalds, Hero Supermarket ,Fun World & Food Point. Di mall ini juga seringkali diadakan pameran yang bertema craft, yaitu berisi produk-produk handmade seperti batik, accesories, keramik, dsb. Seiring perkembangan zaman, mall ini telah menyediakan akses internet gratis (wi-fi) bagi pengunjung sejak tahun 2007.

Dibawah ini adalah daftar toko (tenant) yang berada di Malioboro Mall

Lantai Toko (tenant)

LG Advance, Anjana Cafe, Baskin Robbins, Camera, Dagadu, Disc Tarra, Global Teleshop, Gramedia, Guardian, Hero Supermarket, Innovation Store, Johnny Andrean Salon, Menteng Chef, Periplus, Solaria
UG Buccheri, Bread Talk, CKF, Gosh, Guess Accecories, Hammer, Hokben, Ille by Mangos, J.CO Donuts & Coffee, Julia Jewelry, Le-Sands, Lea, Lee Cooper, Mc’Donalds, Madonna, Oke Shop, Optik Melawai, Optik Seis, Optik Tunggal, Planet Sports.NET, Poshboy, Rotteli, Samsung, ShoeLine, West Time
1st Floor Bata, C&F Perfumery, Crisia, DC Shoes, Es Teler 77, Excelso, Giordano, Global ( Apple Authorized Reseller ), Golf House, Kopi Luwak, Matahari Department Store, Nautica, Polo, Salon Rudy, Sports Station, Super Stars by Rumah Warna, The Executive, Wrangler
2nd Floor Beverly, Crocs, Hush Puppies, Kidz Station, Matahari Department Store, Mie Nusantara, Naughty, Oshkosh B’Gosh, Pizza Hut, Planet Surf, Playboy, Reebok, The Athlete’s Foot, The Little Things She Needs
3rd Floor Arroy Mak Mak, Ayam Goreng Fatmawati*, Bakso Sen*, Fun World, KFC*, Matahari Department Store. https://id.wikipedia.org/wiki/Malioboro_Mall