Tag Archives: jogja

jurang tembelan

Jurang Tembelan

Jurang Tembelan kini menjadi salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang sedang populer. Jika kamu tahu lokasi Taman Buah Mangunan, lokasi Jurang Tembelan tidak jauh dari gardu pandang Mangunan.

Jurang Tembelan boleh dibilang merupakan salah satu tempat wisata baru di Yogyakarta. Wisatawan biasanya datang untuk selfie dan memotret sunrise atau matahari terbit.

Alamat Jurang Tembelan

Lokasi Jurang Tembelan berada di Dukuh Kanigoro, Mangunan, Bantul, Yogyakarta. Jaraknya dari pusat kota Yogyakarta sekitar 22 kilometer dan dapat ditempuh dengan perjalanan darat sektiar 1,5 jam.

Meskipun tergolong wisata baru, Jurang Tembelan punya potensi wisata yang menjanjikan. Buktinya hampir setiap akhir pekan, tempat wisata baru di Mangunan ini selalu ramai dipadati pasangan muda mudi yang datang ingin selfie.

Tempat wisata Jurang Tembelan sudah memiliki dengan warung kopi, jadi kamu bisa menikmati secangkir kopi hangat sambil menunggu sunrise.

Namun memang agaknya cukup sulit untuk mendapatkan sunrise di Jurang Tembelan. Karena biasanya kabut dan awan selalu turun terutama saat musim hujan. Waktu terbaik untuk mendapatkan sunrise di Jurang Tembelan tentu saja saat musim kemarau.

Daerah Mangunan memang sangat dikenal dengan beberapa tempat wisata seperti Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus, Dlingo hingga Makam Imogiri yang selalu ramai jelang bulan puasa.

Tak jarang bahkan beberapa wisatawan merupakan penggemar sepeda gunung. Trek di derah Mangunan cocok untuk penggemar downhill. Jadi, kamu juga bisa menggunakan sepeda selain sepeda motor.

Salah satu daya tarik Jurang Tembelan tidak lain adalah pemandangan Kebun Buah Mangunan dan Sungai Elo. Lokasinya yang berada di dataran tinggi cocok untuk mengabadikan foto landscape.

Taman Bunga Matahari Bantul

Beberapa minggu belakangan, Jalur Lintas Selatan atau yang kerap disingkat JLS di sekitaran Pantai samas cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan. Beberapa warga setempatpun sibuk menyiapkan lahan parkir. Hal tersebut lantaran banyak warga Jogja terutama yang tinggal di Bantul penasaran dengan lokasi kebun bunga matahari. Bunga berwarna kuning terang tersebut memang terlihat cantik dan fotoable. Wajar jika kemudian diserbu oleh anak muda yang ingin hunting foto. Namun siapa sangka, ribuan bunga matahari yang kini telah mekar tersebut digunakan untuk melindungi tanaman cabai.

Adalah Etik Purwanti sang pemilik sawah seluas seribu meter persegi tersebut. Sebelumnya ia menanam kenikir untuk melindungi cabai. Namun kemudian diganti dengan bunga matahari sekitar empat bulan lalu. Bunga bunga matahari tersebut digunakan untuk melindungi cabe dari sapuan angin yang cukup kencang karena berada di pinggir pantai. Keindahan bunga matahari tersebut mampu menarik perhatian warganet untuk berdatangan. Sebagian besar memang anak muda yang ingin berseflie. Kini etik mematok tiket masuk sebesar Rp 5 ribu/orang. Akan tetapi untuk warga sektiar dan pelajar Etik menggratiskanya. Sedangkan jika ada yang ingin memetik bunga dan membawanya pulang, dikenakan tarif Rp 10 ribu

Candi Sukuh

Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya objek pujaan lingga dan yoni. Candi ini dianggap kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit pada beberapa figurnya.
Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111o07,. 52’65’’ Bujur Barat. Candi ini terletak di Dukuh Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih 20 kilometer dari kota Karanganyar dan 36 kilometer dari Surakarta.

(sumber wikipedia)

Tas Rajut Dowa

Banyak sekali orang yang masih beranggapan kalau warna tas Dowa dan pakaian harus sama. Cobalah ubah persepsi itu. Tanpa kita sadari, semua warna terang atau pun warna yang lembut dapat dikombinasikan. Seperti trend hijab yang sekarang lagi digandrungi. Motifnya dan warna di jadikan satu. Dalam satu hijab ada berbagai warna, dan itu sangat terlihat cantik.

Begitu juga dengan trend Tas di era sekarang. Walau pun tasnya berwarna merah dan Anda memakai pakaian berwarna hijau, tetap terlihat cantik. Daripada Anda memakai warna yang sama, tapi terlihat polos, sendu. Ada baiknya Anda mengikuti fashion, khususnya jenis trend tas sekarang.
Banyak model yang bisa anda pilih dari produk Tas Rajut Dowa, anda bisa sesuaikan dengan jenis kebutuhan. Seperti seri Lisbon dari Dowa, Amadora untuk yang sering bawa berkas-berkas kerjaan, Evora, dan masih banyak lagi. Bagi yang seneng dengan model back pack, DOWA juga menampilkan dengan warna yang menarik.oh iya, si Hobo yang menjadi best seller bisa dipakai untuk acara apa aja.
Sedikit tips dari saya merawat tas yang terbuat dari rajut, hindari dari hal-hal yang bernoda. Seperti ketika makan makanan yang menggunakan saos. Karna warna saos sedikit sulit untuk dihilangkan. Apabila tidak sengaja terkena noda, langsung dibersikan dengan tissu kering atau basah.
Nah…inilah sedikit masukan dan tips dari kami Reseller Resmi Tas DOWA. Mudah – mudahan bisa bermanfaat. Dan kami yakin, Anda pasti penasaran dengan produk tas rajut branded dari Tas Rajut Dowa.
Oleh:

Dewi Fatmawati
Reseller Resmi Tas Rajut Dowa

Pasar Klithikan

Bagi yang pernah tinggal di Yogyakarta tentu tidak asing dengan pasar klithikan yang dahulu berada di area tugu sepanjang jalan Mangkubumi, alun alun kidul dan jalan asem gedhe. Sekarang pasar klithikan sudah direlokasi oleh pemerintah ke pasar Kuncen, Wirobrajan Yogyakarta supaya lebih tertata dan nyaman untuk berbelanja. Seperti pasar klithikan lainnya disini sebagian besar pedagang menjual barang barang bekas mulai dari barang elektronik sampai sparepart sepeda, motor dan mobil.

Namun tidak sedikit pedagang pindahan dari pasar klithikan Mangkubumi yang menjual barang baru. Satu hal yang paling mengasyikan saat mengunjungi pasar klithikan adalah seni tawar menawar, semakin pandai kita menawar kita akan mendapatkan barang yang kita inginkan dengan harga murah. Untuk anda yang ingin membeli onderdil atau suku cadang sepeda motor maupun mobil disinilah pusatnya. Kalau beruntung kita bisa mendapatkan barang berkualitas bagus dengan harga sangat murah.
Bagaimanapun kita harus tetap waspada saat berbelanja jangan sampai menyesal kemudian tiada guna. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berbelanja di pasar klithikan, pertama harga yang ditawarkan di pasar klithikan bukan harga pas jadi kita wajib menawar. Mulailah menawar dari 30 – 40 % dari harga yang ditawarkan. Selain itu kita harus jeli membedakan antara barang baru dan barang bekas.

Sebagai gambaran harga spion motor misalnya, spion standard harganya mulai dari Rp 15 rb – 40 rb, spion retro antara Rp 20 rb – 50 rb, spion jalu kisaran Rp 100 an dan spion lipat antara Rp 50 rb – 300 rb. Untuk harga helm dan asesoris motor atau mobil bisa lebih miring 30 – 40 % dari harga di toko.

klithikan
Saat berbelanja di pasar klithikan jangan malas bertanya dan tidak ada salahnya berinteraksi dengan penjual supaya kita mendapatkan informasi sebanyak banyaknya tentang barang yang kita inginkan. Dengan begitu bisa membandingkan harga dari penjual satu dengan yang lainnya.

Buatlah daftar belanja atau paling tidak kita sudah pikirkan barang apa yang ingin kita beli sebelum ke pasar klithikan. Hal ini untuk mencegah membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, hanya karena tergiur barang bagus harga murah terlanjur kita beli.

Terakhir mintalah tanda terima pembayaran setelah terjadinya jual beli supaya apabila terjadi hal yang tidak kita inginkan seperti barang cacat tanpa sepengetahuan kita bisa kita complain atau dikembalikan. Sering terjadi dengan tidak adanya tanda terima pembeli mengalami kerugian karena kelalaian tersebut.

Pasar klithikan memang banyak diminati oleh kalangan mahasiswa di Yogyakarta, walaupun tidak sedikit yang sengaja datang dari luar kota untuk kulakan onderdil untuk dijual lagi. Bagi yang datang ke Jogja rasanya tidak lengkap kalau belum singgah di pasar Pakuncen. Ikon kota Jogja yang satu ini bisa dijadikan peluang bisnis bagi yang jeli.

Gumuk Pasir Parangtritis

Wisata Gumuk Pasir Parangritis / Samas belakangan ini menjadi perbincangan hangat masyarakat. Yogyakarta sebagai salah satu kota besar memang tidak hanya terkenal sebagai kota pelajar saja, karena kota gudeg ini juga sangat terkenal sebagai kota wisata. Banyaknya jenis obyek wisata yang ada di Jogja memang menawarkan hal yang tidak bisa dibantah oleh para pelancong baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu pantai di Jogja yang cukup tenar adalah Parangtritis, namun seiring perkembangannya muncul tempat wisata baru yang diberi nama Gumuk Pasir yang menawarkan pesona gurun pasir ala Timur Tengah. Nah bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang wisata baru ini maka tetap simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Sekilas tentang Gumuk Pasir Parangtritis

Ketika mengunjungi Gumuk Pasir memang memberikan suasana bak di gurun pasir Timur Tengah. Namun sebenarnya wisata ini terjadi berkat gundukan abu vulkanik yang terombang-ambing hingga pantai Parangtritis yang kemudian menjadi debuan halus yang mudah terbawa oleh angin. Ketinggian gurun pasir ini semakin tinggi karena adanya tiupan angin secara terus menerus sehingga tidak heran jika pesonanya semakin membuat indah. Kejadian alam ini juga dalam rencana akan dimasukkan dalam daftar Unesco World Heritage sebagai satu-satunya kejadian alam yang mengagumkan di Asia Tenggara. Memiliki luas 2 km dari muara pantai Prangtritis tentunya membuat wisata ini menjadi sangat mirip dengan gurun pasir yang ada di Timur Tengah.

Selain keindahan alam yang menakjubkan tersebut, Gumuk Pasir juga tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata semata karena banyak juga dilakukan foto prewedding, manasik haji, syuting video klip dan sebagainya. Khusus untuk manasik haji menjadi jalan sebagai gambaran akan gurun pasir yang akan ditemui ketika nantinya berada di Makkah atau Madinah. Namun jangan khawatir karena anda juga masih bisa emncoba hal lain seperti, berselancar di gurun, bermain ayunan, maupun berfoto ria dengan background gurun pasir yang mengagumkan ini.

Lokasi dan fasilitas Gumuk Pasir Parangkusumo

Setelah menyimak berbagai ulasan di atas tentunya anda menjadi lebih bersemangat lagi untuk segera mengunjungi wisata Gumuk Pasir Parangtritis ini. Tetapi sebelum itu simak juga lokasi berikut dengan fasilitas dan harga tiket masuk sebelum benar-benar mengunjunginya. Untuk mengunjunginya maka anda bisa menuju desa Parangtritis, Kec. Kretek, Bantul, Yogyakarta. Untuk perjalanan dari Jogja kota maka memerlukan waktu sekitar 1jam. Ketika masuk anda akan dikenai tiket sebesar Rp. 3000 dengan parkir Rp. 2000. Namun jika anda ingin mencoba sandboarding maka akan dikenai biaya tersendiri yang bisa berbeda di setiap agen yang menawarkan. Untuk fasilitas yang ada di Gumuk Pasir Parangtritis / Samar cukup lengkap seperti, toilet, tempat parkir pos penjagaan, klinik kesehatan, tempat beribadah, warung makan, toko oleh-oleh maupun penginapan yang tentunya akan membuat liburan anda menjadi lebih nyaman.

Tips aman menjelajahi Gumuk Pasir

Nah setelah mengetahui berbagai hal mengenai Gumuk Pasir ini tentunya sudah saatnya anda berkemas untuk mengunjunginya. Tetapi sebelumnya simak juga tips yang perlu anda perhatikan ketika berlibur ke Gumuk Pasir ini seperti, mengenakan topi juga kacamata hitam untuk melindungi kulit dan mata dari debu yang beterbangan akibat angin yang cukup besar. Selain itu jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih eksotis sebaiknya datang ketika sore hari maka hasil foto yang anda dapat akan lebih mempesona.

Demikianlah ulasan mengenai Gumuk Pasir Parangtritis / Samar yang dapat kami sampaikan kepada anda. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda yang menginginkan liburan langka bak di negeri 1001 malam. Namun jika anda tidak menggunakan kendaraan dan ingin lebih mudah mencapai tempat tujuan maka sebaiknya menyewa motor di rental motor Jogja yang tentunya akan memudahkan perjalanan anda.

Pantai Kukup

Pantai satu ini termasuk salah satu wisata pantai yang terkenal di Gunung Kidul, namanya adalah Pantai Kukup. Selain memiliki pemandangan indah, Pantai Kukup ini juga memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda dengan pantai-pantai lainnya.

Nah seperti apakah keindahan Pantai Kukup ini? Dan apa saja yang menarik di sana? yuk kita simak ulasan Tim Setapak Pesona berikut ini.

Sekilas tentang Pantai Kukup

Pantai Kukup merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal di Gunung Kidul. Pantai satu ini terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Lokasi Pantai Kukup ini masih berada satu jalur dengan pantai-pantai seperti Pantai Baron, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, Pantai Sundak dan lain-lain.

Apa saja yang menarik dari Pantai Kukup?

Pantai Kukup ini sangat unik dan memiliki pemandangan indah yang tidak kalah dengan pantai-pantai di Gunung Kidul lainnya. Pantai satu ini memiliki wilayah pantai yang cukup luas, dengan pasir putih yang membentang dari timur hingga barat dan dikelilingi oleh bukit-bukit di sekitarnya.

Di bagian bibir pantai terdapat lantai karang yang menjorok hingga ke selatan. Saat air laut sedang dalam kondisi surut, kita bisa melihat terumbu karang dan aneka biota laut seperti ikan-ikan kecil, rumput laut, dan lain-lain.

Terumbu karang dan rumput laut di Pantai Kukup

Selain bisa melihat terumbu karang dan aneka biota laut, kita juga bisa bermain air atau mandi di pinggir patai kukup ini. Air laut di pinggir laut ini cukup tenang, karena ombak yang datang sudah terpecah oleh lantai karang, sehingga tidak akan sampai ke pinggir pantai. Namun pastikan anda untuk berhati-hati, karena permukaan lantai karang yang tidak rata dan adanya terumbu karang yang tajam bisa membuat kita terluka.

Pinggir Pantai Kukup

Salah satu yang menjadi ciri khas dari Pantai Kukup ini adalah adanya sebuah pulau karang yang berada di sebelah timur pantai. Berbeda dengan pulau yang ada di Pantai Drini, pulau karang tersebut terletak tidak jauh dari tebing pantai, dan di sana ada sebuah jembatan yang menghubungkan tebing dengan pulau tersebut. Sehingga kita tidak perlu repot-repot menyebrang ke sana.

Pulau Karang di Pantai Kukup

Sebelum sampai jembatan ada sebuah jalan yang melintasi pinggiran tebing, sehingga untuk menuju ke pulau tadi, kita harus berjalan terlebih dahulu melalui jalan tersebut. Rangkaian jalan, jembatan dan pulau karang ini tentu menjadi pemandangan indah tersendiri di Pantai Kukup.

Jalan menuju pulau karang di Pantai Kukup

Di pulau karang tersebut ada sebuah bangunan yang berfungsi sebagai gardu pandang yang disediakan untuk para pengunjung menikmati pemandangan di Pantai Kukup. Dari sana kita bisa melihat pemandangan Pantai Kukup secara lebih luas.

Gardu pandang di Pantai Kukup

Gardu pandang di pulau karang tersebut juga bisa menjadi spot yang bagus untuk menikmati sunset. karena letaknya yang sedikit ke selatan sehingga saat mata hari tenggelam tidak terhalang oleh bukit di sebelah timur. Indahnya sunset yang dihiasi dengan bukit-bukit serta mercusuar Pantai Baron yang bersembunyi di balik bukit tentu membuat pemandangan sunset telihat sempurna.

Fasilitas di Pantai Kukup

Fasilitas umum di Pantai Kukup ini sudah cukup memadahi dengan adanya tempat parkir, kamar mandi dan toilet umum, dan tempat ibadah. Selain itu ada juga fasilitas lain seperti penginapan, warung makan, serta penjual souvenir dan pernak-pernik.

Akses menuju Pantai Kukup

Untuk menuju ke Pantai Kukup dari kota Yogyakarta, kita hanya perlu menempuh perjalanan sepanjang kurang lebih 40km atau sekitar 24 km dari Kota Wonosari. Untuk akses jalan menuju Pantai Kukup dari kota Yogyakarta ada 3 jalur, yaitu dari Kota Wonosari, Pantai Parangtritis, atau dari Panggang. Medan jalan menuju Pantai Kukup ini sudah cukup baik, sehingga kita bisa kesana menggunakan bus wisata, maupun kendaraan pribadi seperti mobil maupun sepeda motor.

Biaya masuk Pantai Kukup

Untuk memasuki kawasan Pantai Kukup ini, kita hanya perlu membayar biaya retribusi sebesar Rp.10.000,- saja. Itu sudah termasuk biaya retribusi ke 8 pantai lain seperti Pantai Baron, Pantai Drini, Pantai Sepanjang, dan beberapa pantai lainnya. Setelah memasuki kawasan pantai kita hanya harus membayar biaya parkir sebesar Rp.2000,- saja, dengan begitu kita sudah bisa menikmati wisata di Pantai Kukup sepuasnya.

Bagaimana? Menarik bukan?

Untuk lebih jelasnya tentang seperti apa Pantai Kukup, ada baiknya kita lihat dulu video perjalanan kami satu ini.

Nah, tunggu apa lagi, yuk buktikan sendiri keindahan Pantai Kukup ini dan ajak teman-teman kamu untuk berkunjung ke sana.

Pantai Drini

Pantai Drini dan Pulau Karang di Jogja yang Tenang – Salah satu pantai di Gunungkidul Yogyakarta ini memiliki suasanya yang tenang dan nyaman untuk Anda yang suka dengan ketengangan. Disini terdapat sebuah pulau karang yang berada di bibir pantai dan membelah Pantai Drini hingga menjadi dua bagian dengan memiliki karakter yang bertolak belakang. Terlihat dari sisi Timur yang sangat tenang dan pada bagian Barat terlihat sangat garang, oleh karena itu Pantai Drini menjadi sebuah pantai yang mempunyai karakter ganda.

Aroma laut akan mulai tercium ketika Anda sudah mulai menyusuri jalanan yang mulus di pinggiran kawasan Gunungkidul, itu merupakan sebuah pertanda jika Anda sudah semakin dekat dengan pantai. Berjarak waktu sekitar dua jam jika berkendara dari Jogja akan terbayar lunas sewaktu Anda sudah sampai di Pantai Drini.

Ketika sinar matahari masih memancarkan kecerahannya, dan masih berbaik hati untuk melukis langit biru semakin menambah keindahan lukisan alam, juga akan menjadi latar untuk hamparan pasir putih yang bersih. Sementara itu terdapat sebuah pulau karang yang mengapung kesepian di tengah-tengah samudera.

Pantai Drini juga menjadi salah satu pantai yang istimewa dalam deretan pesisir pantai di Gunungkidul karena disini terdapat sebuah pulau kecil yang berada di tengahnya, dan membagi pantai Drini menjadi dua bagian. Katanya di pulau tersebut banyak ditumbuhi pohon santigi (Pemphis acidula), namun masyarakat di sini biasa menyebutnya dengan nama drini.

Itulah sebab kenapa pantai serta pulau ini dinamai drini. Pada waktu laut sedang surut, Anda dapat pergi berkunjung ke pulau Drini. Tidak perlu menjadi climber hanya untuk memanjat karang, karena terdapat tangga beton yang dapat mengantarkan pengunjung sampai atas.

Dari atas Pulau Drini, pandangan Anda dapat menyisiri seluruh Pantai Drini, dan bisa melihat gunungan alang-alang atap gazebo sampai dengan deretan perahu nelayan. Namun sekarang sudah tidak ada lagi pohon drini, yang ada hanya pandan laut (Pandanus tectorius) yang memenuhi di setiap jengkal tanah, berebut kehidupan dengan rerumputan.

Pulau Drini yang memisahkan sisi Timur dan Barat pantai ini dan membuatnya menjadi dua karakter yang berbeda. Seperti manusia yang memiliki kepribadian ganda, pada satu sisi sangat tenang dan lembut, sementara pada sisi lainnya begitu keras dan garang.

Di bagian timur pantai, ada tebing-tebing yang berbaris gagah, dan berdiri angkuh seolah terlihat seperti menantang sang penguasa laut. Terpadu dengan pulau karang, membuat terbentuknya sebuah laguna yang elok. Dengan terjaganya dari amukan ombak, menjadikan tempat ini nyaman untuk mandi hangat di air yang asin.

Kondisi dari air laut di Pantai Drini yang berwarna biru agak kehijauan, dengan memiliki dinding dan pulau karang yang mengelilingi, serta beratapkan langit yang biru, ditambah pandangan bebas menuju lautan lepas, merupakan sebuah gambaran dari keindahan alam yang sangat megah.

Sambil menikmati pemandangan air laut, sebuah akuarium alam yang memiliki koleksi bermacam-macam biota laut yang selalu menemani. Sekelompok gerombolan Ikan dengan jenis Goby Pasir, Jambrong, dan Sergeant Major terlihat sedang bermain petak umpet, berkejaran antara satu dengan yang lainnya di sela-sela karang, terlihat saling bersembunyi dari teman yang sepermainannya.

Pada bagian tengah pantai, satu jalur dengan arah menuju pulau Drini, terdapat sesuatu yang tampak menarik. Disitu akan terlihat kumpulan tipis dari pasir hitam yang berdiameter sangat halus menerobos dominasi dari pasir putih.

Jika mata Anda tidak terlalu awas, maka bagian ini akan terlewatkan. Menurut dari penelitian, dahulunya disini terdapat sebuah sungai di bawah tanah yang bermuara di Pantai Drini. Alirannya juga membawa pasir berwarna hitam yang sampai sekarang masih dapat dilihat.

Pada sisi bagian Barat pantai juga memiliki keindahan pesona alam yang tidak kalah eksotisnya, deretan dari perahu yang bercadik tertambat, sedang beristirahat sejenak setelah semalaman telah bergelut dengan kerasnya ombak laut Selatan.

Disini Anda juga dapat melihat beberapa nelayan yang menebarkan jala ke dalam air laut, dan berharap akan ada ikan yang mau mendatangi jala yang mereka tebarkan, menyerahkan diri untuk menyambung hidup dari keluarga para nelayan tersebut.

Pantai Drini juga menjadi kampung nelayan tradisional. Karakter dari ombak yang lebih kuat serta langsung menuju ke samudera tanpa adanya karang yang menghalangi, menjadi sebuah tempat yang tepat untuk para nelayan dan juga untuk jalur berangkat dan pulang melaut.

Setelah Anda sudah merasa lelah berkeliling pantai tempat wisata di Jogja ini, Anda dapat beristirahat di gazebo-gazebo kayu beratapkan ilalang. Disini Anda dapat menikmati kesegaran dari air kelapa muda yang dapat menghilangkan rasa dahaga sambil menunggu hasil ikan tangkapan dari para nelayan matang dibakar. Liburan ke Pantai Drini akan membuat seolah-olah sedang datang ke ahli terapi. Untuk memulihkan lelah di kaki dan di hati.

Pantai Krakal

Keindahan Alam Pantai Krakal di Gunung Kidul Yogyakarta – yoshiewafa – Pantai Krakal merupakan salah Satu dari sekian banyak obyek pariwisata Pantai di Gunung Kidul Yogyakarta yang memiliki keindahan alam tersembunyi. Masih suka berwisata ke Pantai? banyak pilihan obyek wisata Pantai di sepanjang pesisir Gunung Kidul yang dapat Anda jadikan pilihan pada waktu liburan. Seperti halnya Pantai Drini yang kemarin yoshiewafa ulas dan lebih banyak lagi dapata Anda lihat dalam Daftar Tempat Wisata di Yogyakarta.

Pantai Krakal termasuk dalam salah satu deretan pantai-pantai indah di laut selatan Kab. Gunungkidul yang memiliki beberapa spot surfing tersembunyi yang menantang. Pantai Krakal ini sudah lama terkenal sebagai salah satu kawasan pantai yang berada di ujung selatan Jogja dan mempunyai keindahan begitu luar biasa.

Garis Pantai Krakal yang landai dan bertabur dengan pasir putih serta memiliki hempasan ombak yang jernih. Batu karang juga turut serta menghiasi sebagian besar dari bibir pantai, menjadi rumah bagi banyaknya ikan-ikan karang yang berwarna-warni.

Di Pantai ini terdapat ikan damselfish berwarna kuning dengan aksennya berwarna biru di punggung, ikan kepe-kepe atau butterflyfish dengan bergaris-garis biru tua dan biru muda, serta terdapat sekelompok ikan kecil yang berwarna biru terang sedang berenang di antara bebatuan. Kaki-kaki bintang laut berwarna hitam yang menjulur keluar dari balik batu yang menjadi tempat persembunyian mereka.

Untuk Anda yang merasa bosan bermain-main di pinggir pantai, Cobalah untuk berjalan dan mengarungi lepas pantainya. Terdapat sederet batu karang yang menyembul ke permukaan air dan berbaris memanjang yang tampak seolah sedang membentuk sebuah jalan setapak di lautan.

Jika Anda ingin berjalan-jalan jangan lupa menggunakan alas kaki karena batu-batu kadang disini sangat tajam. Beberapa nelayan yang sedang melintas, mereka sedang mencari tempat yang cukup strategis untuk melemparkan joran pancing. Yang lainnya sedang asyik menyelam di laut yang dangkal untuk mencari umbal, semacam hewan laut kecil yang hidupnya menempel pada batu-batuan. Umbal ini kemudian akan diolah menjadi rempeyek yang gurih oleh warga setempat.

Selain memiliki kecantikan alam yang eksotik nan indah, Pantai Krakal juga menyembunyikan ombak yang cocok untuk Anda yang ingin bermain selancar. Untuk Anda yang ingin melakukan surfing di Pantai Krakal harus berjalan terlebih dahulu menuju ke deretan batu karang yang berada di lepas pantai dan kemudian menyongsong ombak yang bertipe reef break dan cukup menantang. Dasar lautnya banyak didominasi karang sehingga untuk Anda yang ingin surfing harus ekstra hati-hati. Dry season sekitar bulan Maret dan September merupakan waktu yang paling terbaik untuk menunggu barrel di Pantai Krakal.

Walaupun lokasinya berada sekitar 2 jam perjalanan waktu dengan menggunakan mobil jika dari Jogja, akses jalan untuk menuju ke Pantai Krakal terbilang sudah cukup bagus dan rata. Terdapat juga deretan warung makan serta beberapa hotel di sekitar pantai dapat Anda temukan dengan cukup mudah, sehingga akan jauh lebih memudahkan Anda yang ingin menginap sambil menunggu waktu ombak terbaik untuk berselancar. Namun, surfing bukan merupakan olahraga yang cukup populer pada kalangan penduduk setempat. Anda harus membawa sendiri papan surfing milik karena disini belum terdapat tempat persewaan surfboard.

Detil dari Surf Spot :

  • Kualitas Gelombang dengan Rating: 5
  • Jenis Gelombang : Terkadang berhenti sejenak
  • Arah Gelombang : Kanan dan Kiri
  • Bagian Bawah : Batu Karang
  • Tingkat Kesulitan : Menengah
  • Tingkat Orang Banyak : Kosong
  • Beberapa yang Berbahaya : Batu Karang, Landak Laut, Ubur-ubur

Keterangan umum :

Garis dari Pantai Krakal didominasi dengan karang-karang Tajam, sehingga biasa tidak Siaran dan hiburan untuk mencapai tempat surfing-nya. Ombaknya cukup Bagus, terutama pada waktu musim kemarau (antara Bulan Maret Dan September) Yang memungkin akan terciptanya barel.

Liburan ke Pantai selalu menyenangkan menurut saya pribadi yang suka dengan suasana pantai, gunung, hutan, air terjun dan obyek-obyek wisata alam yang lainnya. Untuk Anda yang ingin liburan ke DI Yogyakarta, yoshiewafa memiliki beberapa daftar hotel murah di jogja yang dapat Anda jadikan referensi jika ingin menginap atau beristirahan sejenak di DIY. Selamat Liburan ke Pantai Krakal!

Museum Dirgantara Mandala

Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” adalah museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara untuk mengabadikan peristiwa bersejarah dalam lingkungan TNI AU, bermarkas di kompleks Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Museum ini sebelumnya berada berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta dan diresmikan pada 4 April 1969 oleh Panglima AU LaksamanaRoesmin Noerjadin lalu dipindahkan ke Yogyakarta pada 29 Juli 1978.

Alamat Museum, Komplek Pangkalan TNI AU Lanud Adisutjipto, Yogyakarta Telp. 0274 – 484 453, Jam Kunjungan: Senin – Minggu 08.30 – 15.00.

Sejarah Museum

Atas gagasan pimpinan TNI AU, maka didirikanlah Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” sebagai tempat untuk mengabadikan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan dan peristiwa bersejarah di lingkungan TNI AU. Museum ini telah diresmikan pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin. Awalnya, museum berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta. Akan tetapi, museum kemudian dipindahkan ke Yogyakarta karena dianggap sebagai tempat penting lahirnya TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU. Dengan pertimbangan bahwa koleksi Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala”, terutama Alutsista Udara berupa pesawat terbang yang terus berkembang sehingga gedung museum di Kesatrian AKABRI Bagian Udara tidak dapat menampung dan pertimbangan lokasi museum yang sukar dijangkau pengunjung, maka Pimpinan TNI-AU memutuskan untuk memindahkan museum ini lagi.

Pimpinan TNI-AU kemudian menunjuk gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisutjipto yang pada masa pendudukan Jepang digunakan sebagai gudang logisitik sebagai Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani sebuah prasasti. Hal ini diperkuat dengan surat perintah Kepala Staf TNI-AU No.Sprin/05/IV/1984 tanggal 11 April 1984 tentang rehabilitasi gedung ini untuk dipersiapkan sebagai gedung permanen Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Dalam perkembangan selanjutnya pada tanggal 29 Juli 1984 Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNISukardi meresmikan penggunaan gedung yang sudah direnovasi tersebut sebagai gedung Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” dengan luas area museum seluruhnya kurang lebih 4,2 Ha. Luas bangunan seluruhnya yang digunakan 8.765 M2.[2]

Koleksi museum

Rudal SA 75 milik Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Kamera K-24 dibuat oleh Amerika tahun 1944. Kamera ini menjadi koleksi Museum Dirgantara Mandala sejak tahun 1978.

Museum ini menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah serta diorama peristiwa sejarah Angkatan Udara Indonesia. Sejumlah pesawat tempur dan replikanya juga terdapat di museum ini yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan, diantaranya:

  • Pesawat Ki-43 buatan Jepang
  • Pesawat PBY-5A (Catalina).
  • Replika pesawat WEL-I RI-X (pesawat pertama hasil produksi Indonesia)
  • Pesawat A6M5 Zero Sen buatan Jepang.
  • Pesawat pembom B-25 Mitchell, B-26 Invader, TU-16 Badger.
  • Helikopter Hillier 360 buatan AS.
  • Pesawat P-51 Mustang buatan AS.
  • Pesawat KY51 Cureng buatan Jepang.
  • Replika pesawat Glider Kampret buatan Indonesia.
  • Pesawat TS-8 Dies buatan AS.
  • Pesawat Lavochkin La-11, Mig-15, MiG-17 dan MiG-21 buatan Russia.
  • Rudal SA-75

Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala baru-baru ini mendapat tambahan koleksi berupa Prototype Bom sejumlah 9 buah buatan Dislitbangau yang bekerjasama dengan PT. Pindad dan PT. Sari Bahari. Bom-bom tersebut merupakan bom latih (BLA/BLP) dan bom tajam (BT) yang memiliki daya ledak tinggi (high explosive), sebagai senjata Pesawat Sukhoi Su-30, F-16, F-5, Sky Hawk, Super Tucanodll.